DetikNews
Senin 15 Agustus 2016, 19:29 WIB

Dapat Tanda Kehormatan dari Jokowi, Taufik Ismail: Saya Terharu Dihargai Pemerintah

Ray Jordan - detikNews
Dapat Tanda Kehormatan dari Jokowi, Taufik Ismail: Saya Terharu Dihargai Pemerintah Taufik Ismail di Istana Negara, Senin (15/8/2016). Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Penyair dan sastrawan Taufik Ismail dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Joko Widodo. Taufik mengaku terharu dan merasa dihargai oleh pemerintah atas anugerah tersebut.

Pemberian tanda kehormatan itu sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 66/TK/Tahun 2016 tanggal 10 Agustus 2016, tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma.

Taufik diberi penghargaan atas usulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, karena dianggap berjasa besar dalam bidang satra dan syair.

"Terima kasih sekali kepada pemerintah memberikan penghargaan ini. Bagi saya, di bidang kebudayaan, apa yang saya lakukan sebenarnya tidak banyak. Tapi luar biasa saya terharu karena dihargai," kata Taufik Ismail saat ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016).

Dikatakan Taufik, hal yang dia rasakan saat ini juga dirasakan oleh seniman yang lain. Ini menjadi spesial karena diberikan berkenaan dengan hari ulang tahun Kemerdekaan RI.

"Hal yang sama juga dirasakan oleh kawan-kawan yang lain, yang bergerak di bidang budaya kemudian di bidang sosial, di bidang kenegaraan. Pada ulang tahun kita yang ke-71," katanya.

Taufik mengatakan, dirinya bersyukur karena apa yang dibuatnya menjadi menfaat bagi orang banyak. Dia bersama teman-teman seperjuangannya senang karena lagu-lagu ciptaannya bisa disukai orang.

"Ahamdulillah, saya bergerak di bidang puisi dan sastra. Kemudian saya merasa bersyukur sekali adalah karena ketika bekerja sama dengan kawan-kawan yang bergerak di bidang musik, yaitu yang saya menuliskan lirik untuk lagu-lagu itu. Ternyata sebarannya luar biasa ketimbang cuma dicetak di atas kertas. Melalui lagu-lagu itu, Bimbo, Chrisye, Dwiki Darmawan," katanya.

Taufik mengatakan, saat ini kaum muda juga banyak yang peduli terhadap seni sastra dan syair. Menurutnya kesenian ini berkembang cukup baik.

"Saya melihat di kalangan anak muda kecenderungan terhadap kesenian ini juga cukup bagus, dan berkembang dengan baik sekali," katanya.

Ada nasihat untuk generasi muda?

"Oh, tidak perlu dikasih nasihat lagi. Mereka itu kreatif, mereka itu aktif, dan jumlahnya banyak. Saya yakin pada suatu waktu mereka akan berlanjut," jawabnya.

Taufik Ismail lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935. Dia merupakan pendiri Dewan Kesenina Jakarta dan pendiri Taman Ismail Marzuki.

Karyanya yang terkenal yakni 'Tirani' (1966), 'Benteng' (1966), 'Puisi-puisi Langit (1990), 'Prahara Budaya' (1995) dan 'Ketika Kata Ketika Warna', dan Jadi Orang Indonesia (1998). Dia juga pernah mendapat Tanda Kehormatan Satyalancana Kebudayaan pada 2002.
(jor/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed