Snack Bikini Dibawa ke Ranah Hukum atau Cukup Pembinaan? ini Kata BBPOM Bandung

Masnurdiansyah - detikNews
Senin, 08 Agu 2016 15:39 WIB
Pemeriksaan Tiwi di kantor BBPOM Kota Bandung dilakukan secara tertutup (Foto: Masnurdiansyah/detikcom)
Bandung - Pertiwi Darmawanti Oktaviani alias Pertiwi atau Tiwi dipanggil Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung untuk dimintai keterangan seputar produk makanan buatannya Bihun Kekinian (Bikini) yang kontroversial. Apakah kontroversi ini berujung ke proses hukum atau cukup pembinaan saja?

BBPOM Bandung menilai kemasan pada makanan ringan tersebut mengandung unsur seronok. Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Bandung, Della Triatmani, memberi masukan kepada produsen makan tersebut agar lebih baik menggunakan gambar yang disesuaikan dengan jenis makanan yang dijual.

"Iya kemasan itu seronok, harusnya pakai gambar makanannya (bihun)," ujar Della saat ditemui wartawan di BBPOM Bandung, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Senin (8/8/2016).

Tiwi cukup koperatif karena telah memenuhi panggilan yang dilayangkan BBPOM. Kendati Tiwi masih berusia 19 tahun, pemeriksaan tetap dilakukan seperti semestinya. Pihaknya juga memberikan pembinaan, bagaimana aturan dalam pembuatan kemasan dan cara memiliki izin edar agar legal berada di pasaran.

"Memang dia masih muda yah, tapi pemeriksaan seperti biasa saja, sekaligus kita kasih pembinaan," terangnya.

Tiwi hadir di kantor BBPOM Kota Bandung, Jl Pasteur, Senin 8 Agustus 2016

Apakah akan dibawa ke ranah hukum? Della menjelaskan pihaknya akan melihat dari hasil gelar kasus terlebih dahulu dalam beberapa hari ke depan untuk melihat apakah ada unsur melanggar hukumnya atau tidak. Sejauh ini BBPOM belum mau berspekulasi terkait pelanggaran apa yang telah dilakukan oleh Tiwi.

"Kalau ada yang melanggar tentu kita akan koordinasikan lagi dengan pihak kepolisian. Karena saat ini kita masih berkoordinasi dengan pihak Polresta Depok. Itu kan masuknya ke wilayah Polda Metro Jaya, tapi kan ini belum tahu kita lihat saja nanti, setelah gelar kasus," ujarnya. (bbn/trw)