detikNews
Kamis 04 Agustus 2016, 10:39 WIB

Pengubah Pancasila Jadi Pancagila Bebas, Pengacara: Harusnya Jangan Ditahan

Andi Saputra - detikNews
Pengubah Pancasila Jadi Pancagila Bebas, Pengacara: Harusnya Jangan Ditahan Sahat mendengarkan putusan hakim PN Balige (ist.)
Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Balige, Sumatera Utara, akhirnya membebaskan Sahat Safiih Gurning (27). Penahanan Sahat oleh kepolisian disesalkan.

"Kami sangat berterimakasih kepada majelis hakim. Seharusnya ini kan kritikan, harusnya jangan dipenjara. Ajak dialog, dibina terlebih dahulu. Jangan langsung ditahan," kata pengacara Sahat, Kirno Siallagan, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (24/8/2016).

Sahat dalam akun Facebook menuliskan 'Pancasila itu hanya lambang negara mimpi, yang benar adalah Pancagila'. Pancagila yang dirumuskan Sahat adalah:
1. Keuangan Yang Maha Kuasa.
2. Korupsi Yang Adil dan Merata.
3. Persatuan Mafia Hukum Indonesia.
4. Kekuasaan Yang Dipimpin oleh Nafsu Kebejatan Dalam Persengkongkolan dan Kepurak-purakan.
5. Kenyamanan Sosial Bagi Seluruh Keluarga Pejabat dan Wakil Rakyat

Atas perbuatannya, Sahat dijebloskan ke tahanan. Sahat lolos dari lobang jarum setelah dibebaskan Derman P Nababan selaku ketua majelis dan Ribka Novita Bontong serta Astrid Anugrah sebagai anggota majelis.

"Kami sangat berterima kasih, juga kepada hakimnya yang memang jujur menerapkan hukum dan sesuai dengan keinginan kita dan keinginan UU," ujar Kirno.

Majelis membebaskan Sahat karena dakwaan obscur libeli (kabur) atau confuse (membingungkan) ataupun misleading (menyesatkan). Hal itu bertentangan dengan Pasal 143 Ayat (2) KUHAP karena mengakibatkan kesulitan bagi terdakwa untuk membela dirinya dan dapat dikualifikasi sebagai perkosaan terhadap hak asasi manusia.

"Setelah melalui diproses administrasi, Sahat keluar dari tahanan Polres Toba Samosir tadi malam pukul 20.30 WIB," ucap Kirno.
(asp/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com