Sidang Kasus Suap PT BA

Ahli Bahasa USU Jelaskan Makna Bahasa Batak BBM Kejati DKI ke Marudut

Rini Friastuti - detikNews
Rabu, 03 Agu 2016 22:02 WIB
Kejati DKI Sudung Situmorang bersaksi di persidangan (Foto: Rachman Haryanto/detikFoto)
Jakarta - Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan Warisman Sinaga, Ahli Bahasa dari Universitas Sumatera Utara (USU) dalam persidangan kasus suap PT Brantas Abipraya (PT BA) dengan terdakwa Marudut.

Di persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016), Warisman diminta menjelaskan makna bahasa Batak dari percakapan BlackBerry Messenger (BBM) Kejati DKI Sudung Situmorang ke Marudut pada tanggal 31 Maret 2016.

Begini isi kalimat tersebut:

"Unang ro saonari mundur adong info naso denggan"

Warisman menjelaskan, kata 'unang ro saonari' memiliki arti jangan datang sekarang. Sementara kata 'mundur', memiliki dua arti, namun memiliki makna yang hampir serupa.

"Untuk kata 'mundur', orang Batak sering gunakan ini. Artinya mundur ke belakang, atau jangan sekarang dulu," jelas Warisman.

Untuk kalimat 'Adong info naso denggan', Warisman menjelaskan ada 2 bahasa dalam kalimat tersebut, yakni bahasa Batak dan Bahasa Indonesia.

"Masyarakat Batak sudah biasa mencampur aduk bahasa. Jadi kalimat itu memiliki arti, ada info yang tidak baik. Sementara kata 'hati-hati' adalah bahasa indonesia yang kita semua tahu maknanya," ujarnya.

"Jadi terjemahannya, 'jangan datang saat ini, tunda dulu, ada informasi/berita yang tidak baik, hati-hati," kata Warisman menjelaskan.

"Dari teks itu, apakah ada kaitannya dengan kondisi kesehatan dari penyampai kalimat?" tanya JPU KPK Irene Putrie.

"Kalau hanya teks ini saja bisa banyak penafsiran muncul. Kita berharap ada teks pendukung agar tahu arti kalimat ini. Namun ada logika bahasa, kita memaknai bahwa walau tak ada teks pendukung kita bisa menggunakan kebiasaan orang menggunakan kalimat itu," jelas Warisman.

"(Dalam kalimat) 'Ada berita yang tidak baik', harus kita pikirkan, maksudnya info ini maksudnya mengenai siapa? Apakah mengenai dia dan kondisinya sekarang? Tapi kalau menggambarkan tentang kesehatan, secara eksplisit tidak ada kata-kata yang memaknai tentang kesehatan," sambungnya.

Sebelumnya, Sudung dalam kesaksiannya menjelaskan makna dari percakapan BBM tersebut di hadapan majelis hakim. Dia mengatakan bahwa kalimat tersebut berhubungan dengan kondisinya yang saat itu sedang sakit.

"Ada info, maksudnya, saya kurang sehat. Hati-hati maksudnya, saya biasa menutup kata-kata good sukses horas. Ada info, maksudnya, saya kurang sehat," kata Sudung menjelaskan maksud dari kalimatnya tersebut.

"Kenapa anda tidak menyampaikan bahwa anda tidak enak badan, tapi (malah) sampaikan ada info?," cecar Jaksa KPK.

"Saya untuk sampaikan satu kata, jangan sampai tersinggung atau bagaimana. Saya hampir keliling Indonesia bekerja, ada cara menyampaikan yang baik. Karena sudah kenal, saya jaga perasaan," jawab Sudung. (rii/hri)