Survei SMRC: 67 Persen Warga Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi

M Iqbal - detikNews
Minggu, 24 Jul 2016 15:13 WIB
Survei SMRC soal kepuasan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi-JK (Foto: M. Iqbal/detikcom)
Jakarta - Berbagai pihak melakukan evaluasi berkelanjutan atas kinerja pemerintahan Jokowi-JK, sejak pelantikan 2014 lalu. Salah satunya oleh lembaga survei, kali ini Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Dalam rilis survei SMRC kali ini diketahui bahwa kinerja pemerintahan Jokowi dianggap memuaskan oleh mayoritas masyarakat sebesar 67 persen, dalam berbagai bidang kehidupan.

"Di bulan Juni 2015, mayoritas warga sebesar 67 persen sangat atau cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi sejak dilantik," ucap Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas dalam paparan survei berjudul 'Kinerja Pemerintah Dua tahun Pilpres di Kantor SMRC, Jl. Cisadane, Jakarta Pusat, Minggu (24/7/2016).

Hadir Ketua DPP Golkar Agun Gunanjar, politisi PDIP Maruar Sirait dan pengamat politik Burhanudin Muhtadi. Waketum Gerindra Fadli Zon diundang namun tak hadir.

Survei digelar pada 22-28 Juni 2016 di 34 provinsi dengan teknik wawancara tatap muka terhadap responden sebanyak 1.027 warga yang punya hak pilih. Margin of error rata-rata 3,1% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Kepuasan masyarakat atas kinerja Jokowi sempat stagnan bahkan menurun pada 2015, namun kemudian menanjak hingga bulan ini. Hasil survei juga menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan pada Presiden Jokowi untuk memimpin bangsa ini juga meningkat menjadi 72 persen.

"Umumnya warga optimis dengan kemampuan Jokowi memimpin," ujarnya.

Begitu juga dengan tingkat kepuasan terhadap Wapres Jusuf Kalla yang pada Oktober 2015 sebesar 51 persen, pada survei digelar bulan Juni 2016 meningkat menjadi 54 persen.

Secara spesifik untuk kinerja Jokowi yang paling mengalami kemajuan adalah pembangunan infrastruktur (71 persen) dan pelayanan kesehatan yang terjangkau (61 persen) yang semakin baik di banding tahun lalu.

"Meskipun yang menilai semakin baik lebih banyak jumlahnya dibanding yang menilai 'semakin buruk', lebih banyak warga yang menilai kinerja pemerintah Jokowi tidak ada perubahan dalam meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan dalam menekan korupsi," ucap Sirojudin. (bal/erd)