DetikNews
Selasa 14 Juni 2016, 13:16 WIB

Batu 'Bidak Catur' di Geopark Ciletuh Diperkirakan Peninggalan Pasca-Abad 5 Masehi

Baban Gandapurnama - detikNews
Batu Bidak Catur di Geopark Ciletuh Diperkirakan Peninggalan Pasca-Abad 5 Masehi Foto: alamsyah
Bandung - Arkeolog menyebut batu mirip bidak catur yang ditemukan warga di area Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jabar, merupakan artefak. Usia batu tersebut diperkirakan peninggalan budaya Hindu atau Buddha pasca-abad 5 Masehi.

Sukabumi berada di wilayah selatan Jabar. Bebatuan purbakala yang bentuknya menyerupai bidak catur itu kini dibiarkan berserakan di kawasan Geopark atau tepatnya di Dusun Cingaleng, Kampung Onclang, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas.

"Di Jabar itu lebih awal menerima budaya Hindu dan Buddha, tapi kita belum tahu persis perkembangan Hindu Budha di selatan Jabar itu sejak kapan. Sedangkan di kawasan Jabar itu sudah menerima budaya Hindu-Buddha sejak abad 4 atau 5 Masehi. Ya mungkin setelah era-era itu berkembang ke selatan Jabar," tutur Peneliti Utama Biang Prasejarah Balar Bandung Lutfi Yondri saat berbincang bersama detikcom via telepon, Selasa (14/6/2016).

Lutfi menjelaskan jika batu tersebut bukanlah bidak catur sungguhan. Dia pun meluruskan soal info tersebut.

"Itu benda artefak. Karena masyarakat awam melihat sepeti bidak catur, ya menyebutnya begitu. Tapi saya cenderung menyebutnya miniatur candi (peninggalan) ketika itu," ujar Lutfi.

Lutfi berharap temuan artefak tersebut segera diselamatkan oleh pihak atau instansi berwenang. "Jangan dibiarkan berserakan. Instansi terkait harus segera meninjau dan menyelamatkan. Minimal menginformasikan kepada masayakata kalau benda itu merupakan data penting yang perlu diteliti lebih lanjut," ucap Lutfi.
(bbn/dra)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed