WNI yang Ditangkap di Turki Tolak Tuduhan Berafiliasi dengan Gerakan Terlarang

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 12 Jun 2016 20:14 WIB
Foto: Screenshot Google Maps
Jakarta - KBRI Ankara telah bertemu dengan otoritas keamanan terkait penangkapan mahasiswa Indonesia Handika Lintang Saputra oleh aparat keamanan di Kota Gaziantep, Turki, pada 3 Juni.

Mahasiswa asal Wonosobo itu ditangkap karena diduga terlibat dalam kegiatan organisasi yang berafiliasi pada gerakan yang dilarang di Turki.

"Yang bersangkutan telah didampingi oleh pengacara yang mengatakan bahwa yang bersangkutan menyatakan menolak tuduhan yang diajukan oleh otoritas keamanan setempat dalam pemeriksaan," kata jubir Kemlu Arrmanatha Nasir dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Minggu (12/6/2016).

KBRI Ankara telah meminta akses kekonsuleran untuk memastikan agar semua hak hukum mahasiswa tersebut dihormati.

"KBRI Ankara juga telah menyampaikan beberapa kebutuhan logistik dan keperluan pribadi yang bersangkutan," kata Arrmanatha.

Dia menegaskan, KBRI Ankara terus mendampingi dan melakukan komunikasi dengan aparat setempat untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Turki, Azwir Nazar, lewat pesan tertulis, menyatakan informasi yang diterimanya Handika telah ditahan polisi sejak sepekan lalu. "Ada info dari kawan-kawan bahwa ada anak Indonesia ditangkap di kota Gaziantep, Turki," kata Azwir.

Handika berkuliah di Gaziantep √úniversitesi. Dia ditangkap bersama dua orang warga negara Turki. Mereka diduga terlibat dalam kelompok Hizmet, yakni kelompok yang dipimpin ulama intelektual Fethullah Gulen seteru Erdogan.

(nrl/nrl)