Mendikbud Anies Ingin Sekolah yang Nilai UN Rendah Dibina

Mendikbud Anies Ingin Sekolah yang Nilai UN Rendah Dibina

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 10 Jun 2016 19:14 WIB
Siswa SMP saat pelaksanaaan UN/ Foto: Rachman Haryanto
Siswa SMP saat pelaksanaaan UN/ Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Mendikbud Anies Baswedan mengevaluasi hasil Ujian Nasional 2016. Ia menilai untuk meningkatkan nilai UN bisa dengan cara pembinaan kepada sekolah yang nilai UN nya dan Indeks Integritas UN (IIUN) nya lebih rendah.

Anies mengatakan 72 persen sekolah telah mengalami peningkatan IIUN. Hal itu bukan hanya terjadi karena peralihan sekolah menggunakan UN berbasis kertas menjadi UN berbasis Komputer, tetapi kecurangan yang dilakukan siswa telah menurun.

"Jadi artinya baik yang dikerjakan sistematis maupun one on one berkurang, artinya ada percaya diri yang lebih tinggi di anak SMP. Soal seperti apa yang nggak bisa dijawab, di daerah mana, itu bisa di jawab di analisa lebih jauh (pakai IIUN) dan bisa dibina karena feedbacknya bisa mencerminkan kondisi real di sebuah sekolah, karena dulu angkanya (nilai) gak sesuai realita. Nah nanti PR nya ada di Dirjen Ditdasmen untuk melakukan pembinaan," ujar Mendikbud di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2016).

Ia menilai Dinas pendidikan melakukan pembinaan kepada sekolah yang memiliki nilai yang rendah di suatu daerah. Hal ini telah dilakukan di Provinsi Yogyakarta yang memiliki nilai IIUN tertinggi dari pada daerah lain.

"Salah satu contoh menarik dikerjakan di beberapa dinas pendidikan ini saya anjurkan di lakukan di semua tempat, mengingat 20 persen sekolah terendah di daerah itu. Jadi 20 sekolah yang nilainya paling rendah lalu dilakukan pembinaan. Jadi efeknya mereka bisa naik kelas karena dibina, kalau turun dibina lagi terus sehingga naik terus itu dilakukan di Jogja. Kalau semua orang bisa melakukan itu, maka bimbingan di Jakarta dan partnernya di daerah, jadi insya aallah secara bertahap warga sekitar bisa meningkat," kata Anies.

Sedangkan Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud, Nizam mengatakan IIUN di Yogyakarta tinggi karena telah dipertahankan di provinsinya faktor meningkatnya nilai IIUN yang tinggi bukan hanya karena penggunaan UN berbasis komputer. Anies menyebut nantinya soal UN akan ditingkatkan untuk mendorong kurikulum yang terdiri dari beberapa proporsi soal yang mengandung pemahaman, penerapan, dan penalaran.

"Yang sangat menentukan bagi proses anak-anak itu adalah ujian karena itu ketika ujiannya memasukan soal higher of thingking masuk kepada progaram nalar, berpikir kritis, dan pemahaman materi untuk para siswa," kata Anies.

Anies mengapresiasi daerah yang menunjukan peningkatan IIUN, daerah yang tertinggi adalah Yogyakarta, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Kepulauan Riau. Selanjutnya, soal UN nantinya akan lebih difokuskan pada soal kemampuan penalaran dan analisa, siswa dituntut untuk mempelajari soal sesuai dengan kurikulum bukan hanya berdasarkan kisi-kisi dari sekolah atau tempat les. Dengan adanya IIUN ini, angka yang di dapat bisa dijadikan bahan evaluasi Kemendikbud kepada sekolah-sekolah untuk membina guru-guru dan anak murid di sekolahnya.

"Sekarang kita bisa mengetahui lebih baik di pembinaan SD, SMP, SMA bisa memanfaatkan data ini menjadi lebih baik. Kalau sekarang bisa di analisa dan menjawab apa masalahnya. Kita bisa melakukan inervensi kepada sekolah-sekolah yang kita evaluasi. Jadi terus dibina lagi, terus menerus dibina," ujar Mendikbud. (rvk/rvk)