Polri: Kita Senang Banyak Masyarakat yang Pakai Kaos Turn Back Crime

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 25 Mei 2016 18:00 WIB
Perwira Polri menggunakan kaos TBC/ Foto: istimewa
Jakarta - Polri sudah memastikan tidak pelarangan memakai kaos turn back crime (TBC) bagi masyarakat sipil. Polri juga tidak membatasi penjualan kaos tersebut.

"Tidak ada (batasan penjualan TBC), justru semakin banyak masyarakat yang pakai kita makin senang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016).

Sebab, lanjutnya Boy, makna dari TBC marupakan kampanye untuk mengajak masyarakat agar sadar terhadap ancaman kriminalitas. TBC sendiri merupakan slogan yang digaungkan Interpol.

Lalu, adalah perbedaan kaos TBC antara yang dipakai polisi dengan masyarakat?

"Enggak ada, sama saja. Cuma beda kualitas kayaknya, kan ini diproduksi umum diperbanyak, jadi mungkin ada yang kualias bahan lebih bagus tapi logonya tetap seperti itu," ujarnya.

"Jadi tidak ada patokan resmi yang ditetapkan, kan ini bukan seragam kita (Polri)," sambungnya.

Karena itu, Boy mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahgunakan kaos TBC. Polri akan menindak secara hukum jika ada yang menyalahgunakan kaos TBC untuk melakukan tindak pidana.

"Tetap ditindak secara hukum kalau melanggar. Jika penyalahgunaan kan yang dilihat bukan kaosnya saja, tapi masalah perilaku pelanggaran hukumnya yang ditindak oleh polisi. Diharapkan masyarakat laporkan saja," tutupnya.


(idh/rvk)