DetikNews
Selasa 17 Mei 2016, 13:56 WIB

Geram Pembunuhan Sadis Eno, Warga Pasang Spanduk Tuntut Pelaku Dihukum Mati

Mei Amelia R - detikNews
Geram Pembunuhan Sadis Eno, Warga Pasang Spanduk Tuntut Pelaku Dihukum Mati Spanduk minta pelaku dihukum mati/ Foto: isitmewa
Jakarta - Pembunuhan sadis yang menimpa Eno Fariah (18) di mess pabrik di Jatimulya, Dadap, Kosambi, Tangerang, menimbulkan reaksi publik. Masyarakat setempat pun menuntut para pelaku dihukum mati.

"Saya warga Desa Jatimulya menuntut si pelaku dihukum mati," bunyi tulisan di spanduk selebar 1,5 meter itu di lokasi, Selasa (17/5/2016).

Spanduk tersebut berwarna putih, dengan tulisan bewarna merah. Spanduk tersebut menempel di dinding mess karyawan pria di Jatimulya, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, tepatnya di jalan kecil menuju ke mess karyawati.

"Saya tidak tahu siapa yang menempel. Itu sudah ada dari kemarin," ujar Kapolsek Teluknaga Kompol Supriyanto saat dikonfirmasi detikcom soal spanduk tersebut.

Spanduk minta pelaku dihukum mati/ istimewa


Dalam foto-foto yang diperoleh detikcom, warga memenuhi TKP. Polsek Teluknaga telah melakukan pengamanan di lokasi dengan memasang garia polisi di sekitar lokasi untuk kegiatan rekonstruksi tersebut.

istimewa


Rencananya siang ini polisi akan melakukan rekonstruksi terkait pembunuhan gadis asal Serang, Banten itu.

Tiga tersangka, Rahmat Arifin alias Arip (23), Imam Harpiadi alias Imam (23) dan RAL (15), akan dibawa ke TKP untuk melakukan adegan dalam rekonstruksi tersebut. Informasi dari Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya, rekonstruksi akan digelar pada pukul 15.00 WIB.

Ketiganya ditangkap tim gabungan yang dipimpin Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso, Kanir V Resmob Kompol Handik Zusen, Kanit IV Resmob Kompol Teuku Arsya Khadafi dan Kanit III Jatanras Polda Metro Kompol Awaludin Amin, serta Kasat Reskrim Polres Tangerang AKBP Sutarmo dan Kapolsek Teluknaga AKP Suprianto.

Mereka ditangkap di kawasan Kosambi, Tangerang, selang satu hari setelah temuan mayat atau pada Sabtu (14/5). Tersangka Arif sendiri ditangkap di messnya di lokasi yang sama dengan mess korban di Dadap, Kosambi, Tangerang. Eno ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar di messnya di Jatimulya, Dadap, Kosambi, Tangerang pada Jumat (13/5) pagi lalu. Korban ditemukan oleh 2 teman sekamarnya, Tikroh dan Khuraerah alias Eroh yang baru pulang kerja shift malam.

Rahmat Arifin, pemerkosa dan pembunuh Eno/Foto: Istimewa


Keduanya tidak dapat masuk ke dalam kamar lantaran pintunya tergembok dari luar. Tikroh dan Eroh meminta pertolongan kepada karyawan pabrik, Yaya Jaidi untuk membuka gembok dengan kunci cadangan, tetapi rupanya tidak ada yang cocok.

Selanjutnya Yaya mendobrak pintu kamar disaksikan Tikroh dan Eroh. Setelah pintu terbuka, barulah diketahui bahwa Eno telah tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Eno mendapat kekerasan seksual akibat cangkul.


(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed