DetikNews
Senin 02 Mei 2016, 16:04 WIB

Qlue: Sampai April, 3.292 dari 4.883 Laporan Banjir Sudah Ditindaklanjuti

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Qlue: Sampai April, 3.292 dari 4.883 Laporan Banjir Sudah Ditindaklanjuti Foto: Data penangan banjir sampai April 2016 di Qlue (Dok Qlue)
Jakarta - Intensitas curah hujan di Ibu Kota beberapa hari terakhir meningkat sehingga tidak sedikit genangan muncul di sejumlah titik.

Masyarakat yang melihat atau mengetahui lokasi tergenang diharapkan melapor ke Qlue. Qlue adalah aplikasi yang menampung keluhan warga yang telah terintegrasi dengan Pemprov DKI dalam upaya mewujudkan Jakarta Smart City.

"Pengguna media sosial Qlue kini dapat melaporkan kondisi banjir dan lokasi potensi banjir dengan cara memfoto, kemudian mengunggah di aplikasi Qlue," tulis Head of Communications Qlue, Elita Yunanda, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (2/5/2016).

Data dari aplikasi Qlue


Berdasarkan informasi yang masuk ke dalam Qlue, setidaknya selama periode 1 Januari-25 April 2016 ada 4.883 laporan terkait banjir yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Dengan keterangan 1.031 laporan masih menunggu ditindaklanjuti, 560 laporan sedang diproses dan 3.292 laporan sudah ditindaklanjuti oleh unit terkait Pemprov DKI Jakarta.

Data dari aplikasi Qlue


"Qlue akan selalu memberikan update permasalahan di Jakarta, termasuk banjir. Kami selalu mengupayakan dan selalu merilis data-data kategori laporan dari Qlue karena kami pikir masyarakat perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi di wilayah mereka agar di kemudian hari bisa bersiap-siap dan melakukan antisipasi banjir ketika musim penghujan," sambung Elita.

Data dari aplikasi Qlue


"Hal ini kami lakukan agar masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah dari level kelurahan hingga kotamadya serta dinas dan staf dari seberapa cepat respons mereka atas laporan-laporan di Qlue," pungkasnya.

Sekedar informasi, Qlue merupakan sebuah aplikasi lokal di bawah PT Qlue Performa Indonesia atau lebih dikenal Qlue Indonesia yang telah menjadi mitra Pemprov DKI selama 10 tahun mendatang. Qlue dipercaya sebagai salah satu solusi digital untuk menampung segala laporan masyarakat yang telah terintegrasi dengan Pemprov DKI mulai dari level kelurahan, kecamatan, kotamadya, dinas hingga staf pemerintah serta rekan bisnis.

Data dari aplikasi Qlue


Melalui aplikasi Qlue, semua warga Jakarta dapat memberikan keluhan langsung tentang sarana dan prasarana terkait publik. Keluhan tersebut juga akan ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.

Tujuan aplikasi Qlue untuk 'memperkuat suara warga demi menjadikan kota-kota di Indonesia lebih baik lagi'. Aplikasi ini bisa diinstall di smartphone berbasis iOS dan Android.

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) juga selalu memantau kinerja anak buahnya melalui Qlue. Perangkat daerah harus memanfaatkan betul Qlue ini karena bila tidak maka Ahok tidak segan-segan melakukan 'cuci gudang' PNS yang tidak menindaklanjuti keluhan warga.

"Misalnya ada satu kelurahan enggak becus, saya sudah bilang ke Pak Wali Kota, saya akan pecat dari lurah, bendahara, sekretaris, kasie, cuci gudang semua ganti habis," kata Ahok saat meresmikan RPTRA Pulo Gundul, Jakarta Pusat, Kamis (17/3).

Maka Ahok mengimbau warganya agar giat memberikan laporan permasalahan kota lewat Qlue. Di aplikasi itu ada indikator merah, kuning, dan hijau. Merah adalah tanda laporan belum ditindak lanjuti, kuning berarti laporan dalam proses penanganan, hijau adalah tanda laporan yang baru muncul.

"Bantu kami, Bapak Ibu, lapor ke Qlue. Kalau melapor di Qlue kecatat, bila SMS kelewat, nanti keluar di peta 'merah kuning hijau'," sambungnya.
(aws/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed