Anggota DPR: Rp 100 Juta ke Keluarga Siyono Dicurigai Jadi Uang Tutup Mulut

Indah Mutiara Kami - detikNews
Rabu, 13 Apr 2016 01:48 WIB
Menguak kematian Siyono (Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah)
Jakarta - Uang Rp 100 juta dari Densus 88 ke keluarga Siyono, terduga teroris yang tewas masih menjadi pertanyaan. Anggota Komisi III Muhammad Syafi'i mencurigai maksud pemberian uang itu.

"Perlu ada audit keuangan. Dari mana uang untuk Siyono. Apa ada anggaran di Densus 88? Ini patut dicurigai sebagai uang tutup mulut atas perlakuan yang tidak sesuai hukum," kata Syafi'i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016).

Hal itu disampaikan saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi III dengan Komnas HAM, Muhammadiyah, dan KontraS. Politikus Gerindra ini juga mendukung adanya Panja untuk mengusut kematian Siyono.

Uang Rp 100 juta itu diterima istri Siyono, Suratmi usai diberi tahu bahwa sang suami tewas. Uang yang awalnya dibungkus dalam dua gepok itu lalu diserahkan Suratmi ke Muhammadiyah tanpa dibuka.

Saat jumpa pers dengan Komnas HAM, barulah Ketua PP Muhammadiyah Busyro membuka bungkusan uang itu dan menghitungnya. Totalnya Rp 100 juta.

Busyro yang juga hadir di rapat ini menyoroti pula soal asal uang tersebut. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebelumnya menyebut duit itu berasal dari kantong pribadi Kadensus 88 Brigjen Eddy Hartono.

(Baca juga: Kapolri: Rp 100 Juta untuk Istri Siyono Itu dari Uang Pribadi Kadensus)

"Soal 100 juta itu, berarti cukup kaya kan Densus. Uang pribadi diberikan, kaya dong," ujar Busyro usai rapat. (imk/hri)