DetikNews
Senin 11 April 2016, 16:58 WIB

Polisi Bekuk Preman 'Anak Kampung Sini'di Bekasi yang Minta Jatah Keamanan Proyek

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Bekuk Preman Anak Kampung Sinidi Bekasi  yang Minta Jatah Keamanan Proyek Foto: Mei Amelia
Jakarta - Tiga orang preman yang kerap meresahkan warga karena selalu memeras, ditangkap polisi. Dalam aksinya, para pelaku yang mengaku 'anak kampung sini (Akamsi)' itu meminta jatah preman kepada warga.

Tiga orang tersangka ditangkap tim Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol Handik Zusen, pada Kamis (5/4) lalu. Ketiga tersangka yakni Pakih Ahmad (21), Mandra (33), Sono (29).

"Ada 4 pelaku yang masih kami kejar yakni Curut sebagai pimpinan kelompok, Boneng, Yatna alias Kopoy dan Minan alias Gentong," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Eko mengatakan, pihaknya menangkap para preman itu setelah mendapat laporan dari pihak provider telekomunikasi dan pihak minimarket.

"Sejauh ini laporan baru dari dua korban, satu laporan di Bekasi dari pihak XL dan satu lagi dari Alfamart yang laporannya ditangani Resmob," imbuh Eko.

Sementara itu, Kompol Handik mengungkapkan, para pelaku memeras mandor yang hendak membangun Alfamart di Summarecon, Bekasi pada 2 April lalu. Para tersangka mendatangi mandor dan para pekerja, yang kemudian meminta jatah.

"Para tersangka mendatangi korban kemudian dengan nada keras memgatakan 'saya putera daerah' yang menjaga lokasi proyek Alfamart kemudian meminta uang Rp 1,5 juta sebagai uang keamanan. Mereka juga mengancam akan merobohkan bangunan jika permintaannya tidak diturut," jelas Handik.

Karena korban tidak memiliki uang Rp 1,5 juta, akhirnya korban menyerahkan Rp 1 juta dan handphone korban turut dirampas.

Para tersangka juga memeras pegawai tower XL sebesar Rp 7 juta di Mustikajaya, Ciketing, Bekasi pada 9 Februari lalu. Namun, karena korban tidak memiliki jang sebanyak yang diminta para pelaku, korban kemudian dibawa berkeliling dengan menggunakan 4 motor.

"Akhirnya korban menghubungi atasannya untuk menyiapkan uang tersebut, tetapi pada saat itu atasannya tidak menyanggupinya," tambahnya.

Para tersangka kemudian menurunkan korban di pinggir jalan sambil menodongkan korek api yang menyerupai senjata api kepada korban. Para tersangka kemudian merampas secara paksa barang-barang milik korban yang berada di dalam tas berupa 1 unit laptop, 6 unit handphone, 2 unit GPS, 1 unit kamera digital dan dompet berisi uang Rp 500 ribu.

Dari para tersangka, polisi menyita 2 motor milik tersangka, 3 unit HP milik tersangka, pistol mainan dan uang Rp 400 ribu sisa hasil kejahatan.


(mei/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed