Keinginan itu disampaikan Fahri dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/4/2016). Fahri menuturkan keinginanya untuk kembali saat ditanya apakah dirinya siap pindah ke partai lain.
"Sensitif, saya nggak mau jawab. Saya sudah tuliskan saya pengin untuk kembali. Saya dapat dukungan, simpati mengalir. Teman-teman ingin saya ada di dalam partai, itu yang saya perjuangkan sekarang. Menggugat putusan pimpinan adalah karena saya ingin kembali ke partai," kata Fahri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konferensi pers ini Fahri menegaskan dirinya tak melakukan kesalahan apa pun dan tak menentang haluan partai. Dia juga menegaskan dia tak akan pernah mundur dari kursi Wakil Ketua DPR.
"Saya menolak mundur, saya tidak tenang jika saya suruh mundur itu aja intinya. Karena saya minta waktu untuk melakukan salat istikharah jadi yang lain-lain itu dibuat dikarang di belakangan hari gitu semua kontroversi itu dianggap dosa padahal semua itu adalah bagian dari pada diskusi kita dengan perbedaan pendapat yang ada dalam dan berimbang lainlah beberapa hal yang disebut dengan teman-teman nanti lebih lengkapnya saya akan memberikan berkasnya," beber Fahri mengakhiri jumpa pers.
(van/nrl)











































