Sanusi Diciduk KPK, Ketua Gerindra: Dia Baru Bercita-Cita Jadi Gubernur DKI

Hardani Triyoga - detikNews
Senin, 04 Apr 2016 12:30 WIB
Foto: Hasan Alhabshy/ Politisi Gerindra M Sanusi saat hendak ditahan KPK
Jakarta - Ketua DPP Gerindra Habiburokhman menegaskan nama Mohamad Sanusi baru sekedar calon alternatif bakal calon Gubernur DKI. Menurutnya, Sanusi belum melewati mekanisme penjaringan calon gubernur oleh DPD Gerindra DKI.

"Pak Sanusi ini perlu digarisbawahi, dia bukan calon, dia cikal bakal calon. Jadi orang yang baru kepengen jadi gubernur. Belum melewati pemilihan apapun. Belum melewati penjaringan di Pilkada. Baru bercita-cita menjadi gubernur DKI," ujar Habiburokhman sebelum sidang majelis kehormatan di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Senin (4/4/2016).

Dia pun menambahkan tertangkapnya Sanusi dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK tak akan mempengaruhi elektabilitas Gerindra dalam persiapan Pilkada DKI 2017.

"Oh, enggak (berpengaruh) Ini kan pak Sanusi sendiri. Jadi, yang berpengaruh terhadap Pak Sanusi," tuturnya.

Terkait calon gubernur yang bakal diusung Gerindra, menurutnya masih dalam proses mekanisme penjaringan. Namun, yang pasti, kata dia, partainya tak mungkin mencalonkan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kita nggak mungkin mencalonkan Ahok. Entah siapa calonnya nanti itu kan nanti seleksi alam," paparnya.

Menurutnya, Gerindra memiliki banyak kader mumpuni untuk diusung sebagai cagub DKI. Begitupun tokoh dari luar partai selain Ahok yang bisa diusung.

"Kita ini punya banyak kader, bukan hanya Ahok, dan yang pasti banyak yang cerdas dan ganteng selain Ahok," katanya.

Dalam dugaan kasus pembahasan raperda, KPK sudah menetapkan Ketua Komisi V DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohamad Sanusi sebagai tersangka. Lalu, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Ariesman Widjaja serta karyawan PT APL Trinanda Prihantoro juga sebagai tersangka.

Kasus ini terkait dugaan pembahasan dua raperda tentang Zonasi wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Dari Sanusi, tim penyidik KPK menyita duit sebesar Rp 1,140 miliar. Dari duit itu sekitar Rp 140 juta merupakan sisa dari pemberian pertama. Adapun, pemberian pertama sendiri dilakukan pada 28 Maret 2016 sebesar Rp 1 miliar.

(hat/dra)