Curhat Petani Ganja di Aceh, Ditipu Mafia Hingga Dikejar TNI

Agus Setyadi - detikNews
Sabtu, 02 Apr 2016 15:34 WIB
Fauzan (Foto: Agus Setyadi/detikcom)

Temukan Ladang Ganja 189 Hektare

Kapolri sempat berbincang-bincang dengan Fauzan selama beberapa menit. Usai itu, Jenderal Badrodin Haiti kemudian membakar tumpukan ganja dengan menggunakan kayu yang telah dicelupkan ke minyak. Asap hitam membumbung tinggi. Di sana, delapan hektare ladang ganja yang dimusnahkan. Totalnya, 189 hektare di 23 titik di tiga kabupaten di Aceh yaitu, Aceh Besar, Nagan Raya dan Gayo Lues.

Ladang seluas 189 hektare itu ditemukan aparat kepolisian setelah menggelar operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) selama 10 hari. Pencarian kebun ganja dilakukan menggunakan helikopter dan jalan darat. Tim yang terlibat dalam operasi ini memotret lokasi dari atas ketinggian.

Kapolri sebelum mendarat di ladang ganja Desa Lambada sempat berputar menggunakan helikopter di atas pegunungan Aceh Besar. Ia melihat langsung hutan-hutan yang kini dialihfungsikan menjadi tempat menanam tanaman yang membuat candu tersebut.    

"Narkoba ini sudah menjadi ancaman yang cukup serius bagi bangsa ini termasuk juga di Aceh. Di Aceh ada dua ancamannya yaitu tanaman ganja dan sabu-sabu," kata Kapolri yang berdampingan dengan Fauzan.

Hadir pada pemusnahan ini antara lain Kabareskrim Komjen Anang Iskandar, Assisten Operasi Mabes Polri Irjen Unggung Cahyono, Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan, Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Luczisman Rudy Polandi dan politisi PKS Nasir Djamil.

Pemusnahan ladang ganja seluas 189 hektare di tiga kabupaten Aceh ini diklaim dapat menyelamatkan 100 juta orang. Angka itu diperoleh jika satu orang mengkonsumsi lima gram ganja. Namun jika konsumsinya 1 gram perorang, maka 579 juta jiwa terselamatkan.

"Ganja 189 hektare ini memiliki pohon sebanyak 765 ribu pohon dan menghasilkan 579 ton ganja," ungkap Kapolri.  

Lokasi ladang ganja di Aceh memang sangat sulit dijangkau. Sebagian besar terletak di lereng-lereng perbukitan atau di tengah hutan belantara. Aparat keamanan kewalahan mencarinya jika menggunakan jalur darat. Satu-satunya cara yaitu menggunakan helikopter.

Kapolri kini menyiagakan sebuah helikopter di Mapolda Aceh untuk memantau ladang ganja dari udara. Berdasarkan data yang dirilis polisi, selama Januari hingga Maret 2016 telah ditemukan 332 hektare ladang dibeberapa kabupaten di Aceh. Angka itu meningkat drastis dibandingkan tahun lalu yaitu 235,5 hektare.

"Ya meningkat karena dulu kita operasi jalur darat. Tahun ini kita mulai operasi dengan menggunakan helikopter, makanya ladang yang kita temukan sekarang lebih luas dibandingkan tahun lalu," kata Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Novianto saat ditemui di ladang ganja.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3