Pengacara La Nyalla Siapkan Upaya Hukum Jika Kejaksaan Jemput Paksa

Rois Jajeli - detikNews
Minggu, 27 Mar 2016 18:32 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Surabaya - Tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti dipastikan tidak akan memenuhi panggilan alias mangkir yang ketiga kalinya dari Kejaksaan Tinggi Jatim. Jika kejaksaan melakukan upaya paksa, tim pengacara La Nyalla akan menyiapkan upaya hukum.

"Tetap pada surat pertama dan kedua," kata Ahmad Riyadh, kuasa hukum La Nyalla Mattalitti melalui pesan singkat (SMS) pada detikcom, Minggu (27/3/2016).

Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka. Nyalla diduga membeli IPO Bank Jatim dari dana hibah dari Pemprov Jatim tahun 2012 senilai Rp 5,3 milliar untuk Kadin Jatim.

Penyidik sudah melayangkan panggilan sebagai tersangka yang pertama pada Senin (21/3/2016) lalu. La Nyalla tidak hadir, hanya kuasa hukumnya datang ke kantor Kejati Jatim di Jalan A Yani, Surabaya, untuk menyerahkan surat permohonan penundaan pemeriksaan, karena kliennya sedang melakukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Penyidik melayangkan surat panggilan yang kedua kalinya. Nyalla harusnya diperiksa pada Kamis (24/3/2016), tapi mangkir lagi. Hanya kuasa hukumnya berkirim surat ke kejati, agar kejati menunggu hasil praperadilan.

Meski berkirim surat sampai yang kedua kalinya, penyidik kejaksaan tak bergeming dan tetap melayangkan surat panggilan yang ketiga kalinya. Senin depan Nyalla akan diperiksa sebagai tersangka. Jika panggilan ketiga mangkir lagi, penyidik kejaksaan tidak menutup kemungkinan akan melakukan upaya paksa.

Ketika ditanya upaya kejaksaan yang akan melakukan upaya paksa terhadap tersangka La Nyalla Mattalitti, Ahmad Riyadh mengatakan, pihaknya juga akan melakukan upaya hukum.

"Kalau sudah ada upaya paksa, baru kita juga melakukan upaya hukumnya," tuturnya.

Upaya hukum seperti apa yang akan dilakukan tim advokat La Nyalla. "Jangan sekarang, kan belum ada tindakan dari kejaksaan," tandasnya.

Sementara itu, Kasi Penyidikan Pidsus Kejatim Jatim Dandeni Herdiana mengatakan, kejaksaan tetap menghargai proses praperadilan. Tapi pihaknya juga meminta tersangka menghargai proses hukum yang dilakukan kejaksaan.

"Kita sama-sama saling menghargai," ujarnya.

Melalui kuasa hukumnya, La Nyalla dipastikan mangkir lagi di panggilan yang ketiga kalinya. Apa yang akan dilakukan kejaksaan.

"Kita lihat nanti. Kan nggak bisa berandai-andai. Ada step by step-nya," jelasnya. (roi/ega)