DetikNews
Rabu 23 Maret 2016, 13:47 WIB

Heli TNI Jatuh Di Poso

Keluarga Korban Helikopter Jatuh di Poso Diberi Santunan Rp 400 Juta

Jabbar Ramdhani - detikNews
Keluarga Korban Helikopter Jatuh di Poso Diberi Santunan Rp 400 Juta Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Sebanyak 13 anggota TNI AD gugur dalam tragedi jatuhnya helikopter Bell 412 EP di Poso. Keluarga korban kecelakaan tersebut diberikan santunan senilai Rp 400 juta oleh PT Asabri.

Menurut Direktur Utama PT Asabri, Mayjend TNI Pur Adam R. Damiri, santunan ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

"Berdasarkan SK Panglima TNI, kepada para prajurit tersebut dinyatakan gugur dalam medan perang. Maka negara memberikan penghormatan tertinggi," ujar Adam R. Damiri di kantor Asabri di Jalan Mayjend Sutoyo, Jakarta Timur, Rabu (23/3/2016).

Ia melanjutkan korban kecelakaan tersebut telah tulus memberikan jiwa dan darahnya untuk negara. Melalui Asabri, pemerintah memberikan santunan kepada para ahli waris. Hari ini, para ahli waris diundang datang untuk menerima santunan tersebut.

"Juga berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 102 tahun 2015, untuk status mereka yang gugur, diberikan santunan sebesar 400 juta rupiah tanpa melihat pangkat," ucap Adam.

Selain itu, Asabri juga memberikan beasiswa senilai 30 juta rupiah, nilai tabungan asuransi yang disesuaikan dengan kepangkatan, masa dinas dan abdi berdasarkan data dari instansi masing-masing yang biasanya diberikan pada bulan ke 13.

Juga bagi ahli waris, akan mendapatkan gaji penuh selama 12 bulan. Pada bulan ke 13 berubah menjadi gaji yang sudah disesuaikan. "Saya bangga kepada mereka, prajurit yang berjuang. Kita semua harus bangga. Mereka tulus dan ikhlas meninggalkan keluarga demi bangsa dan negara," ujar Adam dalam sabutannya.

Di tempat yang sama, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro juga menyatakan rasa bangganya kepada para prajurit yang gugur lalu. Mewakili Panglima TNI yang sedang kunjungan kerja ke daerah perbatasan, Bambang kembali menyampaikan rasa hormat dan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Panglima TNI juga memberikan perhatian yang besar, kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan perhatian penuh. Kepada mereka yang sudah memiliki anak, diberikan beasiswa pendidikan hingga selesai studinya," ujar Bambang.



Seorang perwakilan dari keluarga prajurit menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah.

"Saya anak dari Brigjen TNI Anumerta Syaiful Anwar mengucapkan terima kasih perhatian yang diberikan oleh negara. Semoga kepada orang tua yang sudah meninggal ditinggikan derajatnya setinggi-tingginya," ucap Claudia yang mewakili ibunya.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed