DetikNews
Selasa 22 Maret 2016, 13:40 WIB

Di Depan Keluarga Korban Heli, Panglima TNI: Kami Semua Bangga!

Muhammad Iqbal - detikNews
Di Depan Keluarga Korban Heli, Panglima TNI: Kami Semua Bangga! Foto: Yudhistira Amran Saleh/detikcom
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan sambutan saat penyerahan 13 jenazah jatuhnya helikopter di Poso pada Minggu (20/3) lalu. Gatot menyampaikan kebanggaannya atas dedikasi 13 prajurit yang tewas.

"Kami ucapkan penghargaan dan terima kasih, karena pada saat saya melapor kepada Presiden, malam hari Presiden perintahkan saya dan Kapolri mewakili Presiden datang ke Palu untuk melihat almarhum," ucap Gatot di Hanggar Skadron Udara 17 Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Hadir Presiden Jokowi didampingi isteri Iriana, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensos Khofifah, Mendikbud Anies Baswedan, Menteri PUPERA Basuki Hadimuljono, Menkes Nila Moeloek, Menteri Agama Lukman Hakim, Menhan Ryamizard Ryacudu dan lainnya.

Gatot mengatakan, saat di Palu dan Poso, dia diperintahkan Jokowi juga untuk memberikan semangat kepada prajurit yang sedang melaksanakan operasi Tinombala. Tak sampai situ, Gatot juga menuju lokasi jatuhnya heli.

"Selanjutnya ke Poso membawa jenazah lalu diidentifikasi di RS Polri Kramatjati," ujarnya.

Gatot menambahkan, dia juga diperintahkan agar ke-13 jenazah itu dimakamkan di Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata. Lokasi pemakaman yang menurut Gatot terhormat dan diidamkan semua prajurit.

Gatot juga dikabari bahwa tadi malam Presiden menandatangani Keppres nomor 22 tahun 2016 tentang kenaikan pangkat luar biasa kepada semua prajurit yang gugur dalam jatuhnya heli di Poso, satu tingkat lebih tinggi.

"Kehormatan yang luar biasa bagi kami," tegas Panglima dengan suara bergetar.

"Presiden tadi salami mereka (keluarga). Wajah mereka duka, tapi di hati mereka ada kebanggan," imbuhnya.

Gatot lalu mengungkap pesan dari seorang putri Brigjen Anumerta Saiful Anwar yang tewas dalam kecelakaan tersebut, Nabila (16), bahwa ayahnya sangat taat beragama dan selalu sembahyang berjamaah. Tapi jiwa dan raganya untuk NKRI.

"Ini gambaran prajurit, bahwa di manapun siap laksanakan tugas demi keutuhan NKRI," ucap Gatot.
(miq/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed