Gatot dan Evy Terima Putusan Hakim, Jaksa Masih Pikir-pikir

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 14 Mar 2016 17:53 WIB
Gatot dan Evy di Pengadilan Tipikor (foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Gatot Pujo Nugroho dijatuhi hukuman tiga tahun, sementara istrinya, Evy Susanti, dijatuhi selama 2 tahun 6 bulan penjara. Baik Gatot maupun Evy menerima putusan tersebut dengan lapang dada.

"Saya serta istri setelah diskusi dengan kuasa hukum dengan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Sumatera Utara. Saya menerima putusan," ujar Gatot menanggapi amar putusan majelis hakim di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/3/2016).

"Terima kasih Yang Mulia saya menerima putusan," timpal Evy.

Sementara itu jaksa pada KPK menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan langkah selanjutnya. Sebab dalam tuntutannya, jaksa menuntut Gatot kurungan selama 4,5 tahun dan Evy selama 4 tahun.

"Kami menyatakan pikir-pikir, Yang Mulia," kata jaksa pada KPK, Irene Putri.

Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi menghukum Gatot Pujo Nugroho dengan pidana penjara selama 3 tahun, sementara istrinya, Evy Susanti, dihukum 2 tahun 6 bulan bui. Keduanya terbukti menyuap hakim dan panitera PTUN Medan serta memberikan duit ke Patrice Rio Capella.

Keduanya juga dihukum membayar denda masing-masing Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan. Mejelis hakim meyakini Gatot dan Evy terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan korupsi yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 6 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPIdana.

Gatot dan Evy terbukti bersama-sama melakukan pemberian uang kepada 3 hakim PTUN Medan dan seorang panitera sebesar USD 27 ribu dan 5000 dollar Singapura melalui pengacaranya, OC Kaligis. Meskipun para pihak penerima tidak tahu dari mana asal muasal uang tersebut, namun hakim meyakini ada keterkaitan antara Gatot dengan kasus yang tengah ditangani keempat orang tersebut.

"Meskipun hakimnya tidak tahu asal muasal dari mana uang tersebut, namun jika dihubungkan dengan fakta hukum bahwa gugatan tersebut untuk kepentingan terdakwa satu," ujar hakim Sigit saat membacakan pertimbangan.

Selain itu, Gatot dan Evi juga terbukti memberi uang sebesar Rp 200 juta kepada anggota DPR Patrice Rio Capella. Uang tersebut diyakini terkait penanganan kasus dugaan suap Bansos di Kejaksaan Agung.

Terkait hal ini keduanya terbukti melanggar Pasal 13 Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Majelis hakim memaparkan juga hal-hal yang meringankan yakni keduanya belum pernah dipidana, koorperatif dan memiliki tanggungan keluarga. Gatot dan Evy juga dinyatakan sebagai justice collaborator yang membuka peran pihak lain. Hal yang memberatkan keduanya adalah tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

(aws/dhn)