Tangisan dan Luapan Hati Istri Gatot Pujo Saat Bacakan Pembelaan

Rina Atriana - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 14:56 WIB
Evy Susanti membacakan pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/2/2016). Foto: Rina Atriana/detikcom
Jakarta - Evy Susanti menangis di muka persidangan saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) atas perkara dugaan suap yang menjeratnya. Istri mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho itu ditenangkan oleh sang suami yang duduk di sebelahnya.

Evi dalam pleidoinya mengatakan tindakan yang dilakukan semata-semata hanya untuk membantu mengurangi beban Gatot saat menjalankan tugas sebagai gubernur.

"Apa yang saya lakukan adalah semata-mata untuk mengabdi kepada suami saya. Saya tidak terlalu paham, tapi ini sarat kepentingan politik untuk menduduki jabatan Gubernur Sumatera Utara. Saya melihat begitu banyak permasalahan menyangkut suami saya. Saya tidak bisa berdiam diri, saya wajib membantu, wujud bakti saya pada suami," tutur Evy dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jl Bungur Besar, Jakpus, Rabu (24/2/2016).

Air mata Evy mulai jatuh saat ia menyinggung statusnya sebagai istri kedua Gatot. Ia juga menyebut penghakiman publik sangat kejam terhadap mereka berdua tanpa paham apa yang terjadi sebenarnya.

"Keputusan saya menjadi istri kedua sangat saya sadari konsekuensinya, bahwa hal ini sangatlah tidak mudah untuk dijalani, bagi kami tidak lah mudah, berada di posisi berapapun tidak mudah. Apalagi menjadi istri kedua memiliki stigma negatif di masyarakat," ujarnya terisak yang langsung ditenangkan Gatot.

"Jujur saya menjadi takut karena realitas di lapangan sangatlah sakit. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari pelajaran hidup saya. Saya disadarkan ini adalah realitas, hidup tidak selalu manis. Meski banyak kekurangan-kekurangan saya, yang saya lakukan dalam 2 tahun inini sepenuhnya untuk membantu suami saya," imbuh Evy.

Evy kemudian membacakan dalil agama yang menyebutkan bahwa persoalan yang Tuhan berikan tak akan lebih berat dari yang bisa ditanggung.

"Tidak pernah saya lupakan dalam hidup saya ketika saya ditetapkan sebagai tersangka. Pada saat itu saya mengatakan kepada penyidik, kalau memang dirasa cukup alasan untuk menahan saya, saya siap ditahan," ujar Evy.

Gatot Pujo dituntut hukuman 4,5 tahun penjara, sedangkan Evy Susanti dituntut hukuman 4 tahun bui. Keduanya juga dituntut membayar denda masing-masing Rp 200 juta subsidair 5 bulan kurungan.

(Baca juga: Gatot Pujo Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Evy Susanti 4 Tahun)

Keduanya diyakini Jaksa pada KPK menyuap hakim dan panitera PTUN Medan dan memberikan duit ke Patrice Rio Capella. (rna/fdn)