detikNews
Senin 22 Februari 2016, 14:26 WIB

LBH APIK Sebut Dita Cabut Laporan karena Tekanan, ini Kata MKD DPR

Elza Astari Retaduari - detikNews
LBH APIK Sebut Dita Cabut Laporan karena Tekanan, ini Kata MKD DPR Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Anggota DPR Masinton Pasaribu disebut-sebut menekan Dita Aditia sehingga mencabut laporannya terkait dugaan penganiayaan. Pimpinan MKD Junimart Girsang menyatakan tidak boleh ada pihak yang asal memberi opini.

"Tidak boleh beropini, yang pasti ibu Dita mencabut (laporan)," ungkap Junirmart di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (22/2/2016).

Pencabutan laporan dilakukan Dita tidak hanya di Bareskrim namun juga kepada MKD. Perwakilan Dita, LBH APIK adalah pihak yang menyebut Masinton menekan stafnya itu untuk mencabut laporan terkait kasus dugaan penganiayaan.

"LBH APIK tidak berhak bicara karena bukan kuasa hukum lagi," kata Junimart yang merupakan rekan separtai Masinton.

Anggota Komisi III ini pun memastikan bahwa kasus kode etik yang ditangani MKD dengan terlapor Masinton sudah selesai. MKD disebut Junimart sudah tidak bisa meneruskan penyelidikan terhadap kolega satu fraksinya itu.

"Sudah dicabut di MKD dan si pengadu prinsipalnya ibu Dita, melampirkan surat di Bareskrim Mabes Polri. Dalam rapim kita memutuskan pengadu berhak mencabut pengaduannya sepanjang itu masih proses verifikasi dan belum diputuskan di MKD," jelas politisi PDIP itu.

"Rapim memutuskan untuk tidak melanjutkan. Surat dengan bermaterai dan melampirkan perjanjian perdamaian, ditandatangani ibunya, dan pencabutan kepada Bareskrim," lanjut Junimart.

Dengan dicabutnya laporan oleh Dita, otomatis kasus pun tidak bisa diteruskan kembali. MKD menurut Junimart tidak dapat terus mengusut kasus tersebut karena awalnya merupakan pengaduan.

"Nggak bisa, ini dasarnya perkara dengan pengaduan, Kuasa hukum LBH APIK, tidak bisa pengaduan didrop lalu tanpa pengaduan. Karena ini dasarnya perkara dengan pengaduan, karena tata beracara tidak memungkinkan," jelasnya.



MKD akan menyampaikan keputusan untuk menghentikan kasus Masinton dan Dita ini usai paripurna esok, Selasa (23/2). Namun pada intinya, semua anggota MKD sudah sepakat untuk tidak melanjutkan.

"Rapim untuk tidak melanjutkan akan kami sampaikan dalam rapat internal anggota secara pleno, lengkap. Sudah keputusan tinggal menyampaikan. Dasar pencabutan hasil rapim tidak melanjutkan nanti disampaikan, besok. Setelah paripurna," beber Junimart.

Sebelumnya Direktur LBH APIK Ratna Bantara Mukti menyebut Dita mencabut laporan karena mendapat tekanan. Ancaman yang diberikan kepada Dita yakni bahwa Masinton akan melaporkan balik Dita dengan pasal pencemaran nama baik.

"Iya (tekanan dari Masinton), juga tekanan dari keluarganya. Dampak politiknya akan lebih besar kalau diteruskan katanya," ujar Ratna, Jumat (19/2).
(ear/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com