Laporan dari Budapest

Sambut Musim Semi, Warga Hungaria Mainkan Tari-tarian Indonesia

Eddi Santosa - detikNews
Minggu, 21 Feb 2016 18:47 WIB
Foto: dok. KBRI Budapest
Foto: dok. KBRI Budapest
Jakarta - Di Hungaria seni budaya Indonesia dipelajari, dipraktikkan dan diajarkan sampai ke anak-anak. Menyambut musim semi, mereka dengan riang gembira memainkan tari-tarian Indonesia.

Lihatlah pada festival tahunan dalam rangka menyambut datangnya musim semi Farsangi Indonez Csaladi Nap di Budapest, Sabtu (20 Februari 2016).

Warga setempat dari dewasa sampai anak-anak dengan antusias mempelajari dan mempraktikkan seni budaya Indonesia dengan instruktur bule setempat. Dari tari-tarian, musik tradisional sampai membatik.

Bersama anak-anak Indonesia, anak-anak Hongaria bahkan tampil memainkan tari Lilin, tari Badindin (Sumatera Barat), tari Tokecang, tari Manuk Dadali (Jawa Barat) dan tarian kontemporer Pop Caesar yang ceria.

Selan itu ada pagelaran tarian dari berbagai daerah oleh kelompok dewasa dengan para penari dan pemain gamelan sebagian besar adalah bule-bule Hongaria penerima Beasiswa Darmasiswa RI dan warga biasa.


Mereka memainkan tari Merak, tari Topeng Pujanggan (Jawa Barat), tariĀ  Ayun-Ayun (Jawa Tengah), tari Joged (Bali), tari Kipas (Sulawesi), tari Piring (Sumatera Barat) dan tari Tor-Tor Tandok (Sumatera Utara). Pagelaran musik tradisional Jawa, Rindik Bali dan Poco-poco menambah semarak festival ini.

"Festival dengan suasana Indonesia ini adalah wujud kerjasama dua bangsa yang berbeda, namun dapat disatukan dengan pagelaran budaya dan promosi Indonesia," ujar Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) Bambang Gunawan mewakili Duta Besar RI untuk Hungaria Wening Esthyprobo dalam sambutannya.

Selain pagelaran seni budaya, kegiatan bersama Pusat Kebudayaan Viranyosi dan KBRI Budapest ini juga menggelar workshop tari untuk dewasa dan anak-anak antara lain Tari Saman dari Aceh yang banyak diminati oleh pengunjung karena keindahan geraknya.

Juga ada presentasi singkat mengenai Indonesia dan proses membatik oleh Ur Eleonora, yang memiliki galeri khusus batik di kota wisata Szentendre. Para pengunjung dapat menyaksikan dan mempraktikkan bagaimana cara membatik langsung di tempat.

Sambil menonton film dokumenter mengenai berbagai daerah wisata Indonesia, para pengunjung menikmati teh Indonesia dan makanan ringan berupa dadar gulung dan pastel yang mendapat sambutan hangat. (es/mnb)