Kasus HIV/AIDS Tinggi, Calon Pengantin di Kota Bogor Harus Tes Kesehatan

Jurig Lembur - detikNews
Jumat, 05 Feb 2016 08:03 WIB
Ilustrasi Nikah Massal (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Masalah HIV/AIDS dianggap ancaman serius bagi Kota Bogor. Wali Kota Bogor Bima Arya baru saja menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) terkait pencegahan HIV/AIDS. Salah satunya mengatur pasangan yang akan menikah harus tes kesehatan.

"Penyebaran HIV/AID sangat tinggi di Bogor, terutama menjangkiti ibu-ibu tak berdosa. Karena itu pengantin di Bogor harus tes kesehatan yang di dalamnya ada tes HIV/AIDS. Harus ada sertifikat bebas HIV/AIDS," ucap Wali Kota Bogor Bima Arya kepada detikcom, Jumat (5/3/2016).

Aturan itu tertuang dalam Perda yang baru diterbitkan Bima Arya. Perda itu bernama Peraturan Daerah tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS. Bima menyebut tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS.

"Perdanya baru disahkan, dan baru efektif setelah anggaran perubahan," ucap politisi PAN itu.

Terkait tes kesehatan bagi calon pasangan pengantin, Bima menyebut sifatnya rahasia tidak diumumkan. Setiap pasangan yang akan menikah wajib konsultasi melalui layanan kesehatan dari Pemkot Bogor tanpa harus keluar biaya sedikitpun.

"Baru di Republik ini ada aturan seperti itu. Tapi ini cara kita potong mata rantai HIV/AIDS,karena sudah mengkhawatirkan. Ada 2.500 (kasus HIV/AIDS) sepanjang 2015. Penyebarannya tidak berpola, artinya bisa melalui jarum suntik, hubungan seks bebas, dan trennya mulai banyak ke ibu rumah tangga karena suaminya berperilaku risiko tinggi (HIV/AIDS)," paparnya.

Lalu bagaimana jika salah satu calon pasangan terbukti HIV/AIDS?

"Nanti diserahkan kepada pasangan masing-masing. Diterapi secara dini kalau dia tahu HIV/AIDS. Ada konsuling, terapi, segala macam. Intinya kita siap cegah peyebarannya," jawab Bima. (miq/Hbb)