detikNews
2016/02/03 14:50:58 WIB

Ini Surat Laporan Penemuan Flight Approval Palsu yang Dilaporkan ke Kemenhub

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 1
Ini Surat Laporan Penemuan Flight Approval Palsu yang Dilaporkan ke Kemenhub Foto: Istimewa/detikcom
Jakarta - Kemenhub melaporkan maskapai swasta ke Bareskrim karena mengajukan flight approval palsu. Ini dia surat laporan pada Kemenhub.

Dari sumber detikcom, surat laporan ke Kemenhub itu berkop Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Udara Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, yang dikeluarkan di Denpasar 26 Januari 2016. Surat bernomor AU.010/175/1/Otwil.IV/2016 dengan perihal "Laporan Awal Tindakan Pemalsuan Dokumen Persetujuan Terbang (Flight Approval) AINTBDN PT Airfast Indonesia.

(Foto: Istimewa/detikcom)


Dalam surat yang ditujukan ke Dirjen Perhubungan Udara tersebut, selain tercantum nama maskapai Airfast Indonesia, juga tercantum tipe pesawat yang digunakan yakni MD-82 dengan nomor registrasi PK-OCU dengan rute DPS-UPG (Denpasar-Makassar-red).

Disebutkan ground handling yang menyampaikan rencana terbang (flight plan) menggunakan persetujuan terbang (flight approval) adalah PT JAS Airport Service Station Denpasar. Dokumen surat tersebut menyampaikan kronologi penemuan flight approval palsu tersebut.

Pada poin 3 c surat tersebut, disebutkan bahwa:

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kasubdit Angkutan Udara Niaga Tidak Berjadwal Direktorat Angkutan Udara diperoleh hasil bahwa seluruh Flight Approval yang disampaikan PT Airfast Indonesia kepada Unit AIS Perum LPPNPI Kantor Cabang Denpasar melalui PT. JAS Airport Service Station DPS yang berjumlah sebanyak 7 (tujuh) dokumen adalah seluruhnya TIDAK VALID (PALSU) karena nomor izin yang diberikan tidak diperuntukkan bagi penerbangan PT Airfast Indonesia, melainkan milik operator penerbangan lainnya.

(Foto: Istimewa/detikcom)


Dalam surat tersebut, flight approval itu seharusnya ditujukan bagi maskapai PT Nusantara Air Charter dan PT Trigana Air Charter.

Sebelumnya, Kemenhub membenarkan adanya laporan ke Bareskrim pun menyerahkan proses hukum seutuhnya kepada Bareskrim Polri.

"Pengaduan ini sudah kita sampaikan ke Bareskrim. Dari Kemenhub sudah melaporkan tentang adanya flight approval (izin terbang) palsu," ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (2/2/2015) malam.

Sayangnya Barata enggan merinci mengenai dugaan pemalsuaan dokumen terbang bagi maskapai itu. Ia juga tidak bersedia memberi tahu maskapai mana yang melakukan pelanggaran tersebut.

"Sepertinya termasuk salah satu berkas yang dilampirkan," demikian kata Barata yang dikonfirmasi kembali hari ini tentang dokumen tersebut.

Hari ini 3 personel yang menemukan flight approval palsu itu diapresiasi Menhub Ignasius Jonan. Sedangkan detikcom mencoba mengkonfirmasi pihak PT Airfast Indonesia melalui telepon kantor, namun PT Airfast Indonesia belum memberikan respons.

"Direktur sedang tidak di tempat, Humas masih rapat," demikian staf operator merespons telepon detikcom hari ini.
(nwk/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com