Temukan Flight Approval Palsu, 3 Orang ini Diberi 'Uang Permen' Menhub Jonan

Temukan Flight Approval Palsu, 3 Orang ini Diberi 'Uang Permen' Menhub Jonan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Rabu, 03 Feb 2016 12:50 WIB
Foto: Tiga petugas penemu Flight Approval palsu dari kiri-kanan: Dwi Putu Eka Cahyadi, Hadi Permana, Nurkholis Akbar (Edward Febriyatri/detikcom)
Foto: Tiga petugas penemu Flight Approval palsu dari kiri-kanan: Dwi Putu Eka Cahyadi, Hadi Permana, Nurkholis Akbar (Edward Febriyatri/detikcom)
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan maskapai AF ke Bareskrim karena mengajukan flight approval palsu. Ini dia 3 orang yang berjasa menemukan FA palsu itu.

Tiga orang tersebut adalah:

1. Dwi Putu Eka Cahyadi, Kasi Angkutan Udara Kelayakan Udara dan Pengoperasian Wilayah IV Bali
2. Nurkholis Akbar, Inspektur Angkutan Udara, anak buah Dwi Putu Eka Cahyadi
3. Hadi Permana, staf Aeronautika Information System (AIS) Bali

Ketiga orang itu diundang ke Kemenhub Jakarta dan diberi hadiah Menhub Ignasius Jonan sebagai wujud apresiasi. Hadiah berupa uang senilai US$1.000 per orang plus kenaikan pangkat.

"Ya benar, Menhub memberi penghargaan kepada tiga orang yang dianggap berjasa menemukan Flight Approval palsu," demikian kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata kala dikonfirmasi, Rabu (3/2/2016).

Ketiga orang itu juga membenarkan bahwa mereka diberikan apresiasi oleh Menhub Jonan.

"Saya terkejut diundang Pak Menteri. Saya coba terbuka di sini ya Mas, karena selama ini beliau (Menhub) terlalu kencang secara internal. Sampai-sampai saya merasa tidak bisa tidur. Tapi terbuka arahan dan teguran, sudah membuat kami menjadi terbiasa. Kami merasa surprise. Ada apresiasi, mendapat mutasi kerja dan dikasih reward," demikian kata Dwi Putu dalam jumpa pers di Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

"Saya dikasih uang sama Pak menteri, tapi Pak Menteri bilang uang permen. Saya dikasih amplop sama Pak Menteri, bilang "Ini buat beli permen"," imbuh Dwi.

Dwi mengaku belum membuka amplop yang diberikan Jonan sehingga belum mengetahui jumlahnya. Yang jelas, imbuh Dwi, ini memacu dia dan rekannya untuk lebih giat bekerja.

Sedangkan Hadi, staf AIS, belum mengetahui untuk apa uang yang diberikan Jonan itu.

"Buat apa ya, saya bingung Mas jujur, nggak tahu, tapi saya berterima kasih banget. Ya buat apanya nanti saya belum mikirin," tutur Hadi.

Hal senada dikatakan Nurkolis, "Saya juga nggak tahu, terima kasih ini jadi pemacu kami buat bekerja lebih giat lagi".

Kemenhub melaporkan maskapai AF ke Bareskrim pada Selasa (2/2) kemarin. Kejadian ditemukannya flight approval palsu ini antara 25-26 Januari 2016.

Berdasarkan informasi yang berhasil detikcom dapat, pelaporan dugaan pemalsuan ini berawal saat petugas AIS (sebelumnya disebut ATC-red) menaruh kecurigaan terhadap dokumen flight approval yang diajukan maskapai AF. Sebab kondisi dokumen itu terlihat lebih buram dari dokumen izin terbang pada umumnya.

Kemudian petugas AIS berkoordinasi dengan otoritas bandara. Terbukti, setelah dicek, nomor flight approval tersebut ternyata palsu dan ternyata dokumen izin terbang itu adalah milik maskapai lain. Pesawat akhirnya tidak diperbolehkan terbang.

Saat dilakukan penyidikan, manajemen AF menyebut mendapat flight approval palsu itu dari 'permainan' orang bawah. Namun petugas yang melakukan pemalsuan mengaku mendapat perintah dari manajemen maskapai. Akhirnya penyidikan diserahkan kepada Ditjen Perhubungan Kemenhub yang akhirnya melaporkan peristiwa itu kepada Bareskrim.
Halaman

(nwk/dra)