"Itu diputuskannya bukan di fraksi. Tapi dari DPTP PKS. Mereka terdiri dari majelis syuro, presiden, sekjen, bendum. Saya tidak diajak-ajak, saya kan MPP," kata Tifatul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016).
Politikus senior PKS ini punya wejangan untuk Fahri. Dia mengulang kembali perkataan Anis Matta ketika tidak lagi menjabat sebagai presiden PKS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamu adalah anak panah dari anak panah Allah dan siap dilontarkan ke mana saja," sambung Tifatul yang menyambungnya dengan Bahasa Arab.
Tifatul meminta semua kader PKS patuh bila dipanggil oleh Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO). Dia saja mengaku siap bila dipanggil.
"Kalau menurut saya, kalau dipanggil oleh BPDO, siapa saja datang. Termasuk saya juga. Kalau saya ada masalah, jadi saksi atau apa, saya pasti datang. Itu sikap seorang jundi, ksatria. Datang dong," ungkap anggota Komisi I ini.
Menurut Tifatul, Fahri pun bisa menjelaskan seluas-luasnya di BPDO. Tidak perlu menyebarluaskan masalah internal ke publik.
"Jadi tidak usah berteriak-teriak di media. Untuk apa. Hadapi saja. Jawab di situ, sanggah di situ. Fair kan. Ada hak jawab di situ. jarang di partai kader punya masalah itu diumumkan jadi konsumsi publik," ungkapnya.
(imk/tor)











































