"Asalkan aku tetap bisa menulis puisi..ambillah apa yang kumiliki," kata Fahri lewat twitter, Senin (11/1/2016).
Namun Fahri mengingatkan bahwa kursi yang didudukinya kini adalah bagian dari mandat rakyat. Dia kemudian mengungkit sudah tiga kali ikut Pileg dengan bendera PKS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri kemudian seperti melontarkan sindiran.
"Lalu apa pengertian mu tentang posisi ini? Kau kira aku ditunjuk Jokowi?
Kalau kau belum mengerti, bertanyalah lalu berbunyi...Dan aku akan menjawab mu dengan sebait puisi…," kata Fahri.
Entah kepada siapa puisi itu ditujukan, namun Fahri memang bersuara keras soal desakan agar dirinya mundur dari kursi Wakil Ketua DPR dari internal PKS. Sambil membantah adanya kader PKS yang menghendaki dirinya mundur, dia mengungkap adanya permintaan langsung dari Ketua Majelis Syuro PKS Sali Segaf Al-Jufri.
"Terkait permintaan mundur dari kader dan simpatisan, perlu saya jelaskan bahwa saya belum pernah menerima selembar surat apapun dari kader PKS yang meminta saya mengundurkan diri. Hanya memang pernah ada pembicaraan pribadi dengan Ketua Majelis Syuro PKS. Namun karena permintaan itu bersifat pribadi – bukan keputusan lembaga atau institusi partai - maka saya juga telah memberikan tanggapan secara pribadi pula. Terkait hal ini, saya akan menjelaskan secara lengkap pada kesempatan yang lain," kata Fahri kepada detikcom, Minggu (10/1) kemarin. (van/trw)











































