Fahri Hamzah menegaskan tak pernah ada satu pun kader PKS yang mendesak dia mundur dari kursi Wakil Ketua DPR. Namun dia mengungkap Ketua Majelis Syuro PKS yang baru Salim Segaf Al-Jufri pernah mengutarakan permintaan itu kepada dirinya.
Namun permintaan Salim Segaf bagi Fahri bersifat pribadi. Karena itu Fahri menjawab permintaan itu secara pribadi pula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri merasa tersudut dengan sejumlah pemberitaan yang melibatkan sejumlah petinggi PKS termasuk Presiden partai Sohibul Iman yang menyebut adanya evaluasi dari Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) DPP PKS kepada para pejabat publik yang berasal dari PKS, serta pemberitaan tentang permintaan mundur kader dan simpatisan PKS terhadap dirinya.
"Saya merasa pemberitaan pemberitaan tersebut adalah bagian dari penggalangan opini untuk menunjukkan seolah saya telah melakukan kesalahan. Dalam kaca mata pribadi saya sampai hari ini, saya merasa bahwa saya tidak pernah sekalipun melakukan kesalahan dan atau pelanggaran baik dalam hukum positif maupun terhadap peraturan partai. Selama kurang lebih 12 tahun saya menjadi pejabat publik dan 17 tahun lebih setelah menjadi deklarator partai, saya tidak pernah dihukum oleh keputusan partai sekali pun," tegas Fahri.
Fahri menegaskan tak ada kader PKS yang menginginkannya mundur dari kursi Wakil Ketua DPR. Karena itu permainan isu seputar hal itu baginya adalah pembunuhan karakter.
"Saya merasa tersambung dengan perasaan kader, konstituen dan simpatisan partai dalam setiap kesempatan pertemuan dan silaturahmi ke seluruh Indonesia dan luar negeri.. sehingga tuduhan adanya kader yang meminta saya mundur adalah tindakan pembunuhan karakter dan mengganggu kerja kerja saya yang diatur oleh konstitusi untuk mengawasi pelaksanaan tugas pemerintah," kata Fahri.
"Pada saatnya saya akan melakukan klarifikasi menyeluruh terhadap pemberitaan tersebut, agar fitnah yang menimpa saya dan PKS dapat segera dijernihkan," pungkasnya.
(van/nrl)











































