Fahri Sebut Ketua Majelis Syuro PKS Minta Dia Mundur dari Pimpinan DPR

Fahri Sebut Ketua Majelis Syuro PKS Minta Dia Mundur dari Pimpinan DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Minggu, 10 Jan 2016 14:58 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Fahri Hamzah merasa tak nyaman terhadap sejumlah dorongan politis dari internal PKS yang menghendaki dirinya mundur. Fahri Hamzah pun buka-bukaan soal tekanan terhadap dirinya itu.

Fahri Hamzah menegaskan tak pernah ada satu pun kader PKS yang mendesak dia mundur dari kursi Wakil Ketua DPR. Namun dia mengungkap Ketua Majelis Syuro PKS yang baru Salim Segaf Al-Jufri pernah mengutarakan permintaan itu kepada dirinya.

Namun permintaan Salim Segaf bagi Fahri bersifat pribadi. Karena itu Fahri menjawab permintaan itu secara pribadi pula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait permintaan mundur dari kader dan simpatisan, perlu saya jelaskan bahwa saya belum pernah menerima selembar surat apapun dari kader  PKS yang meminta saya mengundurkan diri. Hanya memang pernah ada pembicaraan pribadi dengan Ketua Majelis Syuro PKS.  Namun karena permintaan itu bersifat pribadi – bukan keputusan lembaga atau institusi partai - maka saya juga telah memberikan tanggapan secara pribadi pula. Terkait hal ini, saya akan menjelaskan secara lengkap pada kesempatan yang lain," kata Fahri kepada detikcom, Minggu (10/1/2016).

Fahri merasa tersudut dengan sejumlah pemberitaan yang melibatkan sejumlah petinggi PKS termasuk Presiden partai Sohibul Iman yang menyebut adanya evaluasi  dari Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) DPP PKS kepada para pejabat publik yang berasal dari PKS, serta pemberitaan tentang permintaan mundur kader dan simpatisan PKS terhadap dirinya.

"Saya merasa pemberitaan pemberitaan tersebut adalah bagian dari  penggalangan opini untuk menunjukkan seolah saya telah melakukan kesalahan. Dalam kaca mata pribadi saya sampai hari ini, saya merasa bahwa saya tidak pernah sekalipun melakukan kesalahan dan atau pelanggaran baik dalam hukum positif maupun terhadap peraturan partai. Selama kurang lebih 12 tahun saya menjadi pejabat publik dan 17 tahun lebih setelah menjadi deklarator partai, saya tidak pernah dihukum oleh keputusan partai sekali pun," tegas Fahri.

Fahri menegaskan tak ada kader PKS yang menginginkannya mundur dari kursi Wakil Ketua DPR. Karena itu permainan isu seputar hal itu baginya adalah pembunuhan karakter.

"Saya merasa tersambung dengan perasaan kader, konstituen dan simpatisan partai dalam setiap kesempatan pertemuan dan silaturahmi ke seluruh Indonesia dan luar negeri..  sehingga tuduhan adanya kader yang meminta saya mundur adalah tindakan pembunuhan karakter dan mengganggu kerja kerja saya yang diatur oleh konstitusi untuk mengawasi pelaksanaan tugas pemerintah," kata Fahri.

"Pada saatnya saya akan melakukan klarifikasi menyeluruh terhadap pemberitaan tersebut, agar fitnah yang menimpa saya dan PKS dapat segera dijernihkan," pungkasnya.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads