ADVERTISEMENT

Kata Polisi Soal Pelaporan Ahok oleh Ibu dari Koja Terkait KJP

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 06 Jan 2016 17:04 WIB
Gubernur Ahok (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pihak kepolisian telah memeriksa seorang ibu bernama Yusri Isnaeni (32)  terkait laporannya mengenai dugaan pencemaran nama baik Gubernur Basuki T Purnama (Ahok). Sementara polisi masih mendalami unsur pidana terkait tudingan Ahok atas perkataan 'maling' kepada Yusri itu.

"Jadi ibu pelapor itu, hasil keterangan kemarin yang bersangkutan selama ini dana KJP itu diurus oleh seseorang selalu dapat uang--yang seharusnya tidak boleh--dia tanya kenapa saya nggak dapet uang maka pak Ahok keluar kata-kata itu (maling), nah ini ada sesuatu yang salah," jelas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/1/2016).

"Ini ada unsur-unsur perkataan yang menghina itu harus dicari. Itu kan harus dicari. Sekarang gimana? KJP itu seharunya dapat uang atau tidak. Kalau dia dapat uang salah. Dia (Yusri) kemudian mempertanyakan barang yang salah maka keluarlah kata-kata itu," tambahnya.

Krishna menambahkan, hal ini harus dikonfirmasikan kepada beberapa pihak. Tetapi menurutnya, polisi tidak harus langsung menanyakan hal itu kepada Ahok.

"Ini kan harus diklarifikasi betul nih, terjadi konfirmasi terhadap berbagai keterangan, tidak langsung ke Pak Ahok kenapa keluar kata-kata itu," ungkapnya.

Saat ditanya apakah Ahok bisa dikenakan pencemaran nama baik karena perkatannya itu, Krishna menjawab diplomatis.

"Yang maling ya maling. Nanti kan ibu itu (misalnya) ditipu orang lain, kita cari yang nipu ibu itu. Mungkin ada benar malingnya, buktinya ibu itu dapat uang. Harusnya dapat barang tapi kenapa dapat uang dan dipotong loh ya Rp 70 ribu buat yang ngurus uangnya. Makanya layak beliau (Ahok) merasa terjadi seperti ini," urainya.

Selain mendalami pidana yang dilaporkan oleh Yusri, Krishna justru akan mencari siapa 'dalang' dalam pencairan KJP tersebut.  "Ibu itu dapat Rp 300 ribu sekian dipotong Rp 70 ribu untuk yang ngurus. Nanti dicari siapa yang maling," cetusnya.

Tetapi di sisi lain, Krishna menilai Yusri belum tentu bersalah dalam hal pencairan KJP tersebut. Ia menduga kemungkinan ada oknum yang menyalahi aturan hingga akhirnya ibu tersebut bisa menguangkan dana KJP.

"Ibu itu belum tentu salah juga. Bisa jadi ada orang yang memainkan KJP. Nanti tuh entry pointnya itu siapa yang main KJP," sambungnya.

Sementara itu, Krishna mengatakan, pihaknya belum akan melakukan pemanggilan terhadap Ahok. "Ngapain manggil. Pak Ahok itu ditelepon aja pasti kooperatif," tuntasnya.

(Baca juga: Ahok Bicara Soal Pelaporan Seorang Ibu di Koja Terkait Pencairan KJP) (mei/faj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT