detikNews
Minggu 03 Januari 2016, 15:19 WIB

#SaveSiJambulKuning

Si Jambul Kuning Kembali ke Alam, Mantan Pemilik Senang Sekaligus Haru

Nur Khafifah - detikNews
Si Jambul Kuning Kembali ke Alam, Mantan Pemilik Senang Sekaligus Haru Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Setelah menjalani proses habituasi selama lebih dari 5 bulan, burung Kakatua Jambul Kuning akhirnya benar-benar dilepasliarkan ke alam asalnya. Para mantan pemilik burung tersebut menanggapi positif pelepasan burung yang dikenal dengan panggilan Jacob itu.

"Wah bagus kalau sudah dilepasliarkan. Saya senang banget dengernya. Sehat kan dia?" kata salah seorang mantan pemilik burung Kakatua Jambul Kuning, Ibu Diki, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (3/12/2015).

Diki tak menyangka burung yang telah dipeliharanya selama 10 tahun itu akhirnya mampu hidup di alam liar kembali. Sebab saat masih bersama dirinya, Si Jambul Kuning miliknya itu selalu dimanjakan dengan makanan seperti manusia. Diki selalu memberinya susu setiap hari.

"Alhamdulillah kalau dia sehat dan bisa hidup di alamnya lagi. Senang kali ya dia di sana," ujarnya terharu.

Hal serupa juga dikatakan Farida. Pengusaha vila di Bali ini mengaku ikhlas dan senang saat mendengar burung yang telah diserahkannya ke KLHK itu akhirnya diepasliarkan. Kala itu ia menyerahkan 3 ekor Kakatua Jambul Kuning.

"Bagus, saya ikhlas. Saya sadar nantinya juga meninggal. Kalau ada yang bisa ngerawat, yang terbaik untuk nyawa itu," kata Farida.

"Sekarang dunia semakin panas karena keseimbangan ekosistem semakin tidak terjaga," imbuh perempuan yang tinggal di Ciracas, Jakarta Timur ini.

Banyak kisah antara manusia dan Jambul Kuning yang dulu pernah dihimpun detikcom. Mereka rela mengembalikan burung tersebut ke alam setelah bersama bertahun-tahun meski dengan berat hati. Rata-rata para pemelihara telah memiliki kedekatan khusus dengan Jambul Kuning. Suasana haru selalu menyelimuti proses penyerahan burung langka tersebut.

Tak hanya pemelihara, Si Jambul Kuning pun seakan tak mau berpisah dengan manusia yang telah memeliharanya selama bertahun-tahun tersebut. Tak jarang mereka harus membujuk burung berbulu putih tersebut perlahan-lahan agar mau dibawa oleh petugas dari KLHK.

Dari 164 ekor burung Kakatua Jambul Kuning yang diserahkan ke KLHK, 21 di antaranya telah dilepasliarkan ke habitat asalnya, kawasan Cagar Alam Cyclops, Jayapura, Papua. Dalam waktu dekat, sisanya akan dilepasliarkan di Pulau Aru, Maluku. Lokasi pelepasliaran berbeda-beda karena dari hasil tes DNA, habitat asal burung-burung tersebut juga berbeda.
 


(khf/mad)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com