Pengumuman! Mulai Senin, Tarif Bus Terintegrasi Busway Turun Jadi Rp 3.500

Rina Atriana - detikNews
Minggu, 03 Jan 2016 06:30 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT TransJakarta menurunkan tarif Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) menjadi Rp 3.500 yang awalnya Rp 6.000. Tarif baru tersebut akan berlaku mulai Senin, 4 Januari 2016.

"Semuanya akan sama tarifnya yaitu Rp 3500 sekali jalan dan boleh transit ke mana saja. Jadi tidak membingungkan," kata Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih, dalam keterangan yang diterima detikcom, Minggu (3/1/2016).

Kosasih menjelaskan, ke depan istilah BKTB akan ditiadakan. Rute di Jakarta hanya akan ada rute TransJakarta reguler, Feeder, Bus Kota dan Jabodetabek saja.

"Itu adalah terobosan dari Gubernur DKI yang menginginkan kemudahan bagi warga DKI Jakarta dan masyarakat yang bertransportasi keluar-masuk DKI Jakarta agar mau beralih dari kendaraan pribadi ke Angkutan Umum Transjakarta," jelas Kosasih.

Baca juga: Curhat Penumpang Bus Feeder ke PIK: Bayar Rp 6.000 dan Dikasih Tiket Sobekan

Jika sebelumnya tak ada kernet di atas Feeder agar tak ada transaksi keuangan di atas bus, ke depan kernet tersebut akan diadakan. Salah satunya untuk menyerap tenaga kerja di DKI.

Pemprov DKI Jakarta pertama kali meluncurkan BKTB pada Februari 2014. Saat itu ada dua rute yang dilaunching, yaitu rute Pantai Indah Kapuk (PIK)-Monas dan Tanah Abang-Kalibata.

Sejak 28 Desember 2015, bus-bus BKTB yang melayani Rute PIK-MONAS diganti dari semula menggunakan Bus Single BRT menjadi Bus Sedang yang sama jenisnya dengan bus-bus Feeder yang dioperasikan oleh Kopaja.

Masih di hari yang sama, pada Senin (4/1) juga akan difinalisasikan rute-rute yang akan diberikan angkutan TransJakarta gratis bagi pemegang KTP Rusunawa dan KTP Kepulauan Seribu. Diharapkan di minggu kedua Januari bus-bus di rute-rute tersebut sudah bisa beroperasi.

"Rute yang akan dilewati adalah Pelabuhan Kali Adem serta rute melewati Rusunawa yang fokus kepada 10 lokasi yaitu 9 Rusunawa PemProv DKI dan 1 Rusunawa Tzu Chi yang sejalur dengan rute Pelabuhan Kali Adem," tutur Kosasih.

"Semuanya akan bermuara ke Monas dan rute-rute ke pusat perdagangan atau perkotaan sehingga mempermudah para penghuni Rusunawa dan penduduk Kepulauan Seribu untuk mendapat akses cepat dan murah ke pusat perekonomian DKI Jakarta. Diharapkan perekonomian di Kepulauan Seribu dapat ikut meningkat seiring kebijakan ini," jelasnya.


(rna/dnu)