Cegah Terompet Sampul Alquran, Menag Minta Percetakan Musnahkan Barang Tak Terpakai

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Rabu, 30 Des 2015 23:56 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin/Foto: Agung Pambudhy-detikcom
Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sudah menginstruksikan jajarannya untuk mengingatkan percetakan kitab suci memusnahkan barang tak terpakai. Pemusnahan harus dilakukan mencegah terulangnya kasus terompet berbahan baku sampul Alquran.

"Saya sudah memerintahkan, sudah menginstrusikan kepada semua percetakan yang mencetak kitab-kitab suci. Semua pihak terkait proses pencetakan itu untuk benar-benar mematuhi PMA (Peraturan Menteri Agama) tahun 1957. Isinya setiap percetakan itu memusnahkan sisa-sisa barang cetakan yang tidak terpakai," kata Lukman Hakim di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Rabu (30/12/2015).

(Baca juga: Sampul Alquran Bahan Terompet Berawal dari CV Aneka Ilmu, Ini Cerita Lengkapnya)

Unit di Kemenag yang bertanggungjawab dalam pembuatan kitab suci dipastikan Lukman akan memperketat pengawasan.

"Kenapa harus dimusnahkan, agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karenanya kita akan lebih memperketat pengawasan kita kepada setiap lembaga percetakan untuk betul-betul mematuhi isi dari PMA 1957 itu," sambung Lukman

Dalam kasus terompet bersampul Alquran di Jawa Tengah, pemilik CV Aneka Ilmu Semarang, Suwanto sebelumnya menyebut sampul tak terpakai itu merupakan limbah percetakan CV miliknya. Limbah tersebut merupakan sisa dari proyek percetakan yang dimulai tahun 2013 silam. Namun limbah tersebut malah digunakan untuk bahan baku pembuatan terompet.

(Baca juga: Terompet Bertuliskan Potongan Ayat Alquran dan Lagu Rohani Beredar Luas di Bogor)

Karena itu Lukman Hakim meminta masyarakat tidak menggunakan limbah sisa cetakan kitab suci yang tak terpakai.

"Kita mengajak mengimbau kepada seluruh masyarakat kalau mendapatkan itu sebaiknya tidak digunakan. Lalu kemudian bisa dimusnahkan supaya tidak disalahgunakan," tutur Lukman. (fdn/fdn)