DetikNews
Rabu 23 Desember 2015, 09:26 WIB

Kru Pesawat Nyabu, Dokter: Sangat Berbahaya, Ganggu Konsentrasi Saat Terbang

Yulida Medistiara - detikNews
Kru Pesawat Nyabu, Dokter: Sangat Berbahaya, Ganggu Konsentrasi Saat Terbang Ilustrasi/Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap 3 orang kru maskapai penerbangan di apartemen kawasan Tangerang Selatan, saat sedang mengonsumsi narkotika. Narkotika punya efek yang sangat berbahaya bagi kru pesawat yang bertugas.

"Bisa berpengaruh, misalnya kalau pemakaian sabu atau sejenisnya ekstasi, itu kan habis memakainya jadi enggak bisa tidur dan cemas. Yang paling intinya adalah profesi apapun yang membutuhkan fokus tentunya tidak baik memakai narkoba," ujar Psikiater dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, dr Andri SpKJ, FAPM, Rabu (23/12/2015).

Andri menyebut efek dari penggunaan sabu dan ganja berbeda. Sabu disebut bisa meningkatkan konsentrasi, membuat perasaan tenang dan lebih fokus. Karena itu menurut Andri, ada yang menggunakan sabu dengan maksud menambah semangat kerja.

Sedangkan pemakai ganja imbuhnya membuat penggunannya lebih rileks dan lebih santai. Efek buruk dari pemakaian sabu bisa membuat paranoid, curiga berlebihan. Sedangkan pemakai ganja bisa berhalusinasi.

"Kedua zat narkotika jenis ini tidak baik untuk otak dan mengganggu konsentrasi sehingga zat ini bisa berpengaruh pada pola pikir dan perilaku, tentu akan berbahaya dalam tugas seperti perjalanan seorang pilot atau apapun," papar dia.

BNN hingga kini masih menangani kasus ditangkapnya tiga kru pesawat dan ibu rumah tangga berinisial NN. Sumber detikcom menyebut ketiga orang yang ditangkap adalah Sandi Haryadi (35), pramugara Muhamad Taufan (23), pramugari Syifa Ranida (20) dari maskapai Lion Air.

(Baca juga: Kuasa Hukum Lion Air: Pria yang Ditangkap BNN Calon Kopilot Lion Air)

Belum diketahui asal narkoba tersebut karena polisi masih melakukan penyelidikan. Sementara itu Manajemen maskapai Lion Air melalui Corporate Lawyer Lion Air Group Harris Arthur Heddar membantah pria yang ditangkap merupakan pilot Lion Air.

Menurut Harris, pria tersebut merupakan kopilot yang masih menjalani program pelatihan. Harris mengatakan akibat kasus ini calon kopilot inisial SH tidak akan diterima sebagai pilot Lion Air.

"Dia sudah diberhentikan dari training kita. Enggak ada juga kita kasih-kasih bantuan hukum ke dia, itu urusan pribadi sama penegak hukum," kata Harris.

Sedangkan Andy M Saladin Public Relations Manager Lion Air Group saat dihubungi terpisah menyebut belum ada kepastian soal penangkapan kru pesawatnya. Saat disebutkan ketiga nama orang yang ditangkap, Saladin mengatakan pihaknya harus melakukan kroscek terlebih dulu.

"Coba nanti saya cek deh, ada nama lengkapnya enggak? Sampai saat ini kita belum dapat konfirmasi," katanya.

Humas BNN Slamet Pribadi saat dikonfirmasi tidak membantah atau membenarkan identitas pilot dan dua kru pesawat. "Kita masih ada waktu pemeriksaan untuk proses penyelidikan. Sejauh ini status mereka masih belum ditentukan. Setelah proses pemeriksaan baru bisa ditentukan," katanya.


(fdn/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed