Fahri Hamzah: Trump Bodoh dan Dangkal, Tak Mungkin Jadi Presiden AS!

Fahri Hamzah: Trump Bodoh dan Dangkal, Tak Mungkin Jadi Presiden AS!

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 10 Des 2015 18:55 WIB
Foto: Lamhot aritonang
Foto: Lamhot aritonang
Jakarta - Bakal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bakal melarang Muslim masuk negaranya. Menurut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, pernyataan Trump itu bodoh.

"Bahwa Trump mau mengambil isu itu (wacana pelarangan Muslim masuk AS), itulah kebodohan dia. Dia tidak layak menjadi Presiden Amerika Serikat," kata Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Menurut Fahri, Trump adalah sosok panggung yang tak memahami Islam. Namun kelompok konservatif yang menjadi tim Trump menyajikan isu itu untuk diangkat, dengan harapan Trump bisa menjadi lebih populer.

"Trump akan kalah. Akhirnya Hillary Clinton tidak ada tandingannya," ujar politisi PKS ini.

Cerita akan sedikit berbeda bila akhirnya Trump meminta maaf. Jalan persaingan capres AS bakal bisa lebih menarik bagi Trump.

"Dia enggak paham Islam lebih tepatnya. Dia ini murni seperti orang panggung yang tidak mengerti persoalan. Orang panggung yang dangkal lah. Saya kira dia akan gagal, kecuali dia meminta maaf," kata Fahri.

Fahri menjelaskan, budaya populer ultranasionalis yang memuat sikap anti-Islam sudah sejak lama bergaung. Bahkan bukan hanya anti-Islam, namun juga memuat anti-masyarakat ekonomi Eropa.

Sejak zaman Presiden AS George Bush, tren anti-Islam di negeri Paman Sam meningkat. Namun tetap saja, isu anti-Islam itu kontroversial.

Seperti diberitakan, Trump menjadi populer di Indonesia terlebih usai pertemuan kontroversialnya dengan Ketua DPR Setya Novanto. Perkataan terkenal Novanto kepada Trump saat itu adalah, "Yes, highly." Perkataan itu adalah jawaban saat Novanto ditanya Trump apakah orang-orang Indonesia suka terhadap Trump.
(dnu/tor)