detikNews
Kamis 10 Desember 2015, 18:05 WIB

PPP Romi: Tolak Segala Bentuk Investasi Donald Trump di Indonesia!

M Iqbal - detikNews
PPP Romi: Tolak Segala Bentuk Investasi Donald Trump di Indonesia! Foto: Ahmad Masaul Khoiri
FOKUS BERITA: Trump Dikecam Dunia
Jakarta - Kecaman keras atas pernyataan bakal Calon Presiden Amerika Donald Trump yang melarang umat muslim masuk Amerika juga bergulir di Indonesia. Salah satu partai Islam Indonesia, PPP menyerukan balik untuk menolak investasi Trump di Indonesia.

"Pernyataan Donald Trump yang menyerukan 'pencegahan total dan menyeluruh orang-orang muslim memasuki Amerika Serikat dan 'pengawasan terhadap masjid-masjid di AS' adalah pernyataan yang menyesatkan," ucap ketua umum PPP Hasil Muktamar Surabaya Romahurmuziy kepada detikcom, Kamis (10/12/2015).

Menurut Romi, seruan capres kontroversial itu kental bernuansa SARA, membangkitkan intoleransi dan jelas tidak perlu. Pernyataan tersebut tidak mungkin timbul jika tidak karena sikap apriori yang sejak awal dimiliki Trump terhadap umat Islam.

Tak hanya itu, pernyataan tersebut kata Romi, dapat memancing kemarahan umat Islam di seluruh dunia, dan bahkan bisa memantik timbulnya 'benturan peradaban' sebagaimana ramalan Huntington.

"Jika Trump tidak minta maaf dan mengoreksi pernyataannya, PPP menyerukan penolakan investasi Trump dalam bentuk apapun di Indonesia!" tegasnya.

"Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, mari kita galang penolakan investasi Trump sampai yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka, sebagaimana ia melansir pernyataan rasisnya sacara massif," imbuh Romi.

Politisi PPP itu menyebut, Indonesia selama ini butuh dan ramah dengan investasi asing, tapi tidak bisa menerima jika itu dilakukan oleh orang yang dari dirinya tidak menampilkan wajah yang bersahabat

"Adalah tidak bijak jika orang semacam Trump dipilih sebagai pemimpin negara besar seperti Amerika Serikat," ucapnya.

"Di tengah meningkatnya radikalisme akhir-akhir ini, hendaknya pemimpin AS ke depan adalah figur yang bersahabat kepada seluruh umat beragama, mengedepankan jalan damai dalam setiap dispute settlement, tanpa kehilangan ketegasan sebagai negara dg kekuatan militer dan ekonomi terbesar di dunia," imbuh Romi.
(bal/tor)


FOKUS BERITA: Trump Dikecam Dunia
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com