Kadishub Minta Masyarakat Foto Angkutan Umum yang Bobrok

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 08 Des 2015 22:18 WIB
Razia Kopaja dan Metromini/ Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengakui masih banyak angkutan umum bobrok yang tak laik jalan namun tetap beroperasi. Dia berharap masyarakat pengguna angkutan ikut berpartisipasi dengan melaporkan keberadaan angkutan tak laik jalan.

"Kami kan enggak mungkin semua kami lihat. Metromini ini saja ada 60 trayek, belum lagi Kopaja, angkutan umum lain, berapa trayek? Nah maksud saya kita perlu lah kerjasama, kan sekarang sudah ada HP. Kalau seumpamanya ada hal-hal janggal foto saja," jelas Andri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Armada angkutan umum di Jakarta yang masih beroperasi saja sangat banyak. Seperti Kopaja sekitar 9 ribuan armada, Metromini 3 ribuan unit dan angkutan kecil (Mikrolet) ada 13 ribuan unit.

"Maksud kami, kami minta partisipasi masyarakat. Kalian foto saja," imbuhnya.

Angkutan umum bobrok di Jakarta yang masih beroperasi menjadi pandangan sehari-hari. Ditengarai, angkutan umum bobrok tersebut masih beroperasi karena memiliki buku Kir asli tapi palsu, seperti sindikat yang diungkap oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Terbongkarnya kasus ini menjadi salah satu peringatan agar prosea uji kir berjalan sesuai prosedur sehingga tidak ada lagi angkutan umum bobrok yang dapat membahayakan keselamatan penumpangnya. Andri mengungkap, kecurigaan ini terjadi sejak awal dirinya dilantik sebagai Kadishub DKI pada 3 Juli 2015 lalu.

"Begitu saya melihat isu yang lagi tren saat itu masalah Kir kita lihat. Saya juga sudah mulai curiga kok tiba-tiba banyak sekali stiker (uji Kir) yang habis, hilang, itu satu," imbuhnya.

"Enggak (ternyata) bukan hilang, kami tuh kehabisan stiker. Beli dong saya bilang, katanya 'enggak pak habis'. Itu kecurigaan kan, ini kan PKB (Pengujian Kendaraan Bermotor) ini bukan setahun dua tahun kok bisa habis," ungkap Andri.

Selain itu, ia juga akui masih banyaknya angkutan umum yang tak laik jalan namun tetap beroperasi dan sewajarnya tidak lulus uji Kir namun sebaliknya.

"Banyak kecurigaan kami, banyak kendaraan umum yang kasat mata dia enggak mungkin lulus tapi kok dia jalan. Itu yang sekarang ini kami bersama satgas Tatib ini bukan main-main, sudah kita lakukan itu," lanjutnya.

Ia mengungkap, pihaknya sendiri telah menyetop operasi angkutan umum yang bobrok dan menghapus 1.600 izin trayek sepanjang tahun 2015.

"Dan sekarang ini kami sedang dalam proses gugatan. Nah dengan peristiwa ini, jadi senjata buat kami benarkah yang kami lakukan. Kami setiap hari sampai 100-an (menindak angkutan umum bobrok) dan ini terus kita lakukan," ujar Andri. (mei/fdn)