Megawati Disebut di Rekaman Novanto Cs, PDIP: Kami Tak Urusi Freeport

Megawati Disebut di Rekaman Novanto Cs, PDIP: Kami Tak Urusi Freeport

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Minggu, 06 Des 2015 20:11 WIB
Megawati Disebut di Rekaman Novanto Cs, PDIP: Kami Tak Urusi Freeport
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dalam rekaman pembicaraan yang direkam Presdir PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, pengusaha Reza Chalid sempat menyebut nama Megawati Soekarnoputri. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan, partainya tidak punya keterkaitan dengan PT Freeport.

"Disebutnya nama Bu Mega, tidak ada kaitan atau kepentingan bisnis dengan Freeport. Oleh karena itu, rekaman yang benar harus diklarifikasi lalu MKD sudah memutuskan," kata Hasto di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (6/12/2015).

Dalam rekaman yang telah diperdengarkan di MKD, diceritakan mengenai Reza Calid yang sempat berupaya memasangkan Jokowi dengan Hatta Rajasa di Pilpres 2014. Tetapi Megawati tak setuju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reza juga mengaku tahu strategi kampanye Jokowi hingga akhirnya menang Pilpres. Kemudian bagaimana Jokowi yang sudah menjadi Presiden itu dimarahi Megawati lantaran tidak memilih Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri.

Menurut Hasto, perkataan Reza Chalid seperti terekam dalam pembicaraan dengan Setya Novanto dan Maroef Sjamsoeddin tidaklah benar.

"Sepengetahuan saya, tidak pernah Bu Mega seperti itu (memarahi Jokowi)," tegas Hasto.

Berikut adalah transkrip obrolan antara MS (Maroef Sjamsoeddin), SN (Setya Novanto) dan MR (Muhammad Reza Chalid) yang mencatut nama Megawati seperti diputar dalam sidang MKD di gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/12/2015) malam:

MR: Di Solo ada…., ada Surya Paloh, ada si Pak Wiranto pokoknya koalisi mereka. Dimaki-maki Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo.

MR: Dia tolak BG. Gila itu, saraf itu. Padahal ini orang baik kekuatannya apa, kok sampai seleher melawan Megawati. Terus kenapa dia menolak BG. Padahal pada waktu pilpres, kita mesti menang Pak. Kita mesti menang Pak dari Prabowo ini. Kalian operasi, simpul-simpulnya Babimnas. Bapak ahlinya, saya tahu saya tahu itu.

MR: Babimnas itu bergerak atas gerakannya BG sama Pak Syafruddin. Syafruddin itu Propam. Polda-polda diminta untuk bergerak ke sana. Rusaklah kita punya di lapangan.

(Hbb/fdn)


Berita Terkait