Yohana: UU Disabilitas Harus Sesuai Standar Internasional

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Rabu, 02 Des 2015 11:38 WIB
Menteri Yohana membuka dialog RUU Disabilitas (foto: Wisnu/detikcom)
Jakarta - Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyandang Disabilitas resmi menjadi RUU inisiatif DPR sejak 20 Oktober 2015 lalu. Diharapkan undang-undang yang baru akan disesuaikan dengan standar UU Disabilitas di luar negeri.

"Yang perlu direvisi dari undang undang kita harus lihat secara detail dan perhatikan negara lain agar sesuai dengan standar internasional," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dalam dialog 'Pembahasan RUU Penyandang Disabilitas dalam Rangka Mendorong Pengesahannya' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (2/12/2015).

Menurut Yohana, di luar negeri para penyandang disabilitas dinomorsatukan. Berbeda dengan di Indonesia yang masih banyak terjadi diskriminasi.

"Kita sudah bahas antar kementerian, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan. Perempuan dan orang cacat number one di luar, kalau di sini di pinggir jalan banyak orang cacat. Saya sangat sedih melihat itu dan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri," tutur Yohana.

Yohana mengimbau kepada petugas kepolisian agar jika ada laporan pengaduan dari penyandang disabilitas maka harus dilayani dengan perlakuan yang sama.

"Saya sudah bicara dengan Kapolres-kapolres di daerah daerah yang saya kunjungi. Mereka (para penyandang disabilitas) harus diperlakukan sama," papar Yohana.

"Definisi yang kurang bermanfaat dalam undang-undang yang ada sekarang harus disesuaikan kembali dan poin-poin yang memberikan diskriminasi terhadap mereka harus benar-benar dikaji secara mendalam, baru RUU ini bisa disahkan dan benar-benar diimplementasikan," imbuhnya. (rna/nrl)