DetikNews
Kamis 26 November 2015, 14:01 WIB

Artis Sandy Tumiwa Janjikan Annisa Bahar Cs Bonus Mobil BMW

Mei Amelia R - detikNews
Artis Sandy Tumiwa Janjikan Annisa Bahar Cs Bonus Mobil BMW Foto: Mei Amelia
Jakarta - Artis Sandy Tumiwa dan rekannya, Atriana alias Cici menjanjikan sejumlah keuntungan bagi para investor agar mau berinvestasi di perusahaannya. Keduanya juga menjanjikan bonus mobil BMW bagi sponsor teratas.

"Tersangka menjanjikan berbagai keuntungan, dari mulai prosentase hingga hadiah mobil BMW kepada sponsor paling atas apabila memenuhi omset minimal Rp 5 miliar per grup atau per kaki," jelas Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Awal mulanya, para korban dikumpulkan di salah satu mal di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Februari 2012 lalu. Tersangka Cici memberikan presentasi di hadapan sekitar 20 orang, memaparkan perusahaan hingga investasi yang ditawarkan kepada para korbannya.

"Kepada korban, kedua tersangka mengaku mengelola perusahaan PT CSM Bintang Indonesia yang bergerak di bidang pelatihan trading forex, batubara, dan entertainment lengkap dengan perizinannya," imbuhnya.

Kepada para korban, kedua tersangka menjanjikan keuntungan 40 persen per bulan selama 15 kali termasuk pengembalian modal. Para korban juga dijanjikan keuntungan sebesar 10 persen dari jumlah yang disetorkan, jika berhasil mengajak orang lain untuk berinvestasi.

Para korban juga tergiur dengan bonus pasangan antara 6-7 persen yang dijanjikan akan diberikan 2 kali sebulan pada tangal 1 dan 16. Sponsor dengan nilai investasi teratas dijanjikan mendapat bonus sebuah mobil BMW bila memenuhi omzet Rp 5 miliar per grup berikut kelipatannya.

"Kemudian ada bonus matching sebesar 1 persen juga," katanya.

Sementara itu, Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Fadil Widiyanto mengatakan, para korban diyakinkan dalam presentasi itu karena ada artis Sandy Tumiwa.

"Sandy ini bertindak sebagai komisaris utama di perusahaan tersebut," kata Fadil.

Di sisi lain, para korban tergiur karena janji-janji keuntungan yang diberikan. Para korban kemudian mentransfer sejumlah uang ke rekening kedua tersangka.

"Sebagai bukti keikutsertaannya, para korban diberikan nomor PIN sebagai bukti bahwa mereka sudah terdaftar sebagai member di PT CSM," lanjutnya.

Namun, janji hanya janji. Para korban nyatanya tidak mendapat keuntungan yang dijanjikan, sementara modal para investor juga tidak dikembalikan.
(mei/mok)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed