PDIP: Jangan Mengkambinghitamkan Islam di Balik Aksi Terorisme

PDIP: Jangan Mengkambinghitamkan Islam di Balik Aksi Terorisme

Mega Putra Ratya - detikNews
Jumat, 20 Nov 2015 00:38 WIB
PDIP: Jangan Mengkambinghitamkan Islam di Balik Aksi Terorisme
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - PDI Perjuangan menolak berbagai macam bentuk aksi kekerasan dan terorisme atas nama apapun dan oleh kelompok, golongan maupun negara manapun. Termasuk kelompok atau golongan yang mempolitisasi kesucian agama.
 
"PDI Perjuangan menilai bahwa penyelesaian berbagai aksi terorisme di dunia tidak bisa hanya menyalahkan dunia Islam saja. Apalagi dengan menuduh secara serampangan sekolah-sekolah Islam dan pesantren di Indonesia sebagai penyebab munculnya terorisme di Indonesia," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan yang juga Sekretaris Dewan Penasihat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Ahmad Basarah dalam siaran pers, Kamis (19/11/2015).

PDI Perjuangan, kata dia, justru mengakui bahwa sekolah-sekolah Islam dan pesantren-pesantren di Indonesia sebagai sarana perjuangan bangsa Indonesia  untuk merebut  kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

"Sesungguhnya aksi kekerasan terhadap kemanusiaan juga pada awalnya dialami kalangan dunia Islam oleh dunia Barat misalnya ketika mereka mendukung penjajahan bangsa Israel atas bangsa Palestina," jelasnya.  

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Dan di sisi lain, lanjut Basarah, Ketua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri saat menjabat sebagai Presiden RI kelima juga pernah punya sikap yang tegas terhadap aksi unilateral Amerika Serikat ke Iraq tahun 2004 yang lalu.                           

Pengakuan PDI Perjuangan terhadap perjuangan Islam, lanjut dia, juga dibuktikan dengan didirikannya Baitul Muslimin Indonesia yang menjadi ormas Islam PDI Perjuangan.

"Semua hal tersebut membuktikan bahwa PDI Perjuangan adalah partai politik Nasionalis yang juga concern terhadap perjuangan umat Islam Indonesia, khususnya Islam yang bernafaskan Rahmatan lil Alamiin yang dapat hidup berdampingan dengan penuh semangat persaudaraan dengan semua agama-agama dan kepercayaan yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. (mpr/spt)


Berita Terkait