"PDI Perjuangan menilai bahwa penyelesaian berbagai aksi terorisme di dunia tidak bisa hanya menyalahkan dunia Islam saja. Apalagi dengan menuduh secara serampangan sekolah-sekolah Islam dan pesantren di Indonesia sebagai penyebab munculnya terorisme di Indonesia," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan yang juga Sekretaris Dewan Penasihat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Ahmad Basarah dalam siaran pers, Kamis (19/11/2015).
PDI Perjuangan, kata dia, justru mengakui bahwa sekolah-sekolah Islam dan pesantren-pesantren di Indonesia sebagai sarana perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.
"Sesungguhnya aksi kekerasan terhadap kemanusiaan juga pada awalnya dialami kalangan dunia Islam oleh dunia Barat misalnya ketika mereka mendukung penjajahan bangsa Israel atas bangsa Palestina," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Dan di sisi lain, lanjut Basarah, Ketua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri saat menjabat sebagai Presiden RI kelima juga pernah punya sikap yang tegas terhadap aksi unilateral Amerika Serikat ke Iraq tahun 2004 yang lalu.
Pengakuan PDI Perjuangan terhadap perjuangan Islam, lanjut dia, juga dibuktikan dengan didirikannya Baitul Muslimin Indonesia yang menjadi ormas Islam PDI Perjuangan.
"Semua hal tersebut membuktikan bahwa PDI Perjuangan adalah partai politik Nasionalis yang juga concern terhadap perjuangan umat Islam Indonesia, khususnya Islam yang bernafaskan Rahmatan lil Alamiin yang dapat hidup berdampingan dengan penuh semangat persaudaraan dengan semua agama-agama dan kepercayaan yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. (mpr/spt)












































