DetikNews
Selasa 03 November 2015, 17:53 WIB

Menag: Tingkat Kepuasan Jemaah Haji Naik Hingga 82,6 Persen

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Menag: Tingkat Kepuasan Jemaah Haji Naik Hingga 82,6 Persen Foto: Gagah Wijoseno
Jakarta - Kementerian Agama RI mulai hari ini hingga Kamis mendatang menggelar evaluasi pelaksanaan ibadah haji tahun 2015. Evalusi digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara dan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Selain pejabat Kementerian Agama, evaluasi juga dihadiri oleh ketua dan anggota Komisi VIII DPR RI, serta konsul yang bertugas di daerah penyelenggaraan haji.

DPR dan Kemenag sepakat bahwa penyelenggaraan haji tahun 2015 lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam pidato pembukaannya Menag Lukman mengutip data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik.

"Menurut survei yang dilakukan oleh BPS, jika pada tahun 2014 tingkat kepuasaan para jamaah haji menyentuh angka 81%, pada tahun 2015 persentase tingkat kepuasan jemaah naik hingga 82,6%," kata Lukman saat membuka evaluasi haji 2015, Selasa (3/11/2015).  

Namun menurut Lukman, pihaknya tetap mengakui adanya hal-hal yang harus ditambah dan ditingkatkan. Beberapa catatan disebutkan oleh Lukman agar penyelenggaraan haji tahun depan berjalan lebih baik. Misalnya tentang perlunya peningkatan kuantitas dan kualitas petugas haji, peningkatan kualitas katering, dan masalah pembinaan yang perlu diperhatikan.

"Peningkatan jumlah petugas haji adalah keniscayaan. Apalagi menyambut tahun 2016 yang lebih kompleks, terkait dengan kembalinya kuota haji bagi warga Indonesia. Bahkan ada penambahan 20.000 kuota, yang 10.000 disampaikan Raja Salman secara langsung kepada Presiden, dan yang 10.000 disampaikan melalui surat yang dikirimkan kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah" kata Lukman.

Masalah katering misalnya, Kementerian Agama mendapatkan saran agar ada peningkatan jumlah makanan yang diterima oleh jemaah.
 
"Kami menerima masukkan dari jamaah bahwa jumlah katering harus ditambahkan. Jika sebelumnya sehari dapat sekali, mereka menginginkan sehari dapat 2 atau 3 kali. Selain itu mereka menghendaki, mereka mendapatkan makanan tidak dijatah selama 15 hari tetapi selama keberadaan mereka di Mekkah," kata Lukman.

Selain itu, Menag juga perlu merealisasikan hal-hal penting lainnya seperti penggunaan tanda pengenal berbasis teknologi yang sangat berguna untuk menghadapi kondisi-kondisi darurat.

"Kami berupaya pada tahun selanjutnya untuk menyediakan fasilitas tanda pengenal yang selalu bisa dimonitor oleh petugas haji. Apapun yang dilakukan jemaah dan ke mana pun jemaah pergi, semua dapat dimonitor oleh petugas haji," kata dia.

Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh P Daulay juga mengepresiasi penyelenggaraan haji tahun ini. Namun pihaknya juga memiliki sejumlah kritik dan evaluasi.

Menurut dia ke depan perlu adanya tambahan kuota dari polisi dan tentara untuk mengantisipasi kejadian-kejadian tertentu di lapangan seperti jatuhnya crane dan tragedi di Mina.

"Kita perlu tambahan dukungan petugas haji dari personel TNI dan Polri untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak terduga seperti kejadian Mina. Mereka sudah terlatih di medan perang dan terbiasa bersikap sigap menghadapi kondisi berbahaya,"  kata Saleh.


(erd/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed