Warga Keracunan Limbah Udara PT DCI, Polisi Duga Ada Penyalahgunaan Izin

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 03 Nov 2015 17:31 WIB
Foto: Edward/detikcom
Bekasi - Polisi menyelidiki dugaan keracunan udara yang diderita warga akibat kerusakan mesin pembuangan asap pabrik PT DCI di kampung Bangkoreang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Menurut polisi, izin pabrik diketahui hanya sebagai gudang dan bukan tempat produksi.

"Memang diduga itu ada penyalahgunaan izin yang seharusnya pabrik (gudang) tapi dalam kenyataan mereka malah melakukan produksi," ujar Kabag Humas Polres Kabupaten Ipda Makmur saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (3/11/2015).

Menurutnya, PT DCI memproduksi pestisida, insektisida, herbisida, fungisida, furmolator, dan agrokimia. Sejak pabrik ini berproduksi, warga sekitar mengaku kerap mencium bau menyengat di siang hari. Puncaknya, warga mengalami keracunan udara dengan gejala perut mual, pusing, keringat dingin, muntah dan pingsan hingga perlu dirawat di rumah sakit.

Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes M Awal Charudin mengatakan limbah udara itu muncul saat perusahaan sedang mencoba mesin yang selesai diperbaiki untuk produksi. Mesin asap pembuangan mengalami kerusakan karena asap yang seharusnya keluar ke atas, malah berputar ke arah sebaliknya.

"Intinya, sedang ada trial dari pabrik yang nyoba alatnya, dia mengetes mesinnya karena dua minggu lalu mesinnya rusak," ujar Kombes M Awal Charudin, Senin (2/11) kemarin.

Setidaknya ada 51 orang yang tercatat pihak kepolisian menjadi korban keracunan limbah kimia pabrik tersebut. Yang terbaru, sudah ada 10 orang dari korban yang pulang ke rumah setelah ditangani pihak rumah sakit.

"Memang ada penambahan dari hansip dan RT, sementara ini informasi terbaru dari 50 orang yang dilaporkan, sudah ada yang pulang ke rumah sedangkan yang masih dalam perawatan sekitar 40 orang," ucap Ipda Makmur.

Terkait penyalahgunaan izin ini, Kasat Reskrim Polresta Kabupaten Bekasi Kompol Jauhari mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. Ia menjelaskan penyelidikan masih dilakukan yakni dengan menerjunkan tim Labfor pagi ini sudah melakukan olah TKP dan mengambil sampel asap serta sampel darah korban di rumah sakit. Hal ini untuk memastikan kandungan pada asap yang membuat keracunan.

"Sedang kita dalami lebih lanjut, sejauh ini saksi yang sudah kita ambil keterangan dari pelapor saja. Ini masih proses penyelidikan," tutup Jauhari, Selasa (3/11). (mnb/nrl)