Teror Bom Mal Alam Sutera

Dikenal dengan Istilah Mother of Satan, ini Karakteristik Bom TATP

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 15:52 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pelaku teror bom di Mal Alam Sutera, Leopard Wisnu Kumala (29) menggunakan bom jenis TATP (triaceton triperoxide) untuk meneror dan memeras pengelola mal. TATP merupakan bom kimiawi yang sangat berbahaya dan memiliki daya ledak tinggi (high explosive).

"Bahan peledak yang digunakan adalah TATP. Ini adalah jenis mudah dibuat tapi sangat sensitif dan tidak stabil dan termasuk dalam kategori high explosive. Banyak rekan-rekan tulis low, tapi tidak," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Kapolda menjelaskan, istilah high atau low explosive ini diukur oleh Velocity of Detonate (VoD) atau kecepatan pembakaran.

"Jadi ada ukuran di bawah 100 m/s atau 3000 m/s daya bakarnya berubah jadi gas dan menimbulkan getaran (shockwave), kalau di bawah itu disebut low explosive. Misalnya black powder untuk mercon. Nah itu di bawah itu (low explosive)," jelasnya.

Sementara kategori bahan peledak high explosive memiliki velocity of detonate (VoD) di atas 3.000 m/s. "Khusus TATP ini kecepatanya 5.300 m/s. Jadi masuk dalam kategori high explosive," katanya.

Meski berdaya ledak tinggi, namun bom TATP yang dirakit oleh Leopard tidak menimbulkan ledakan yang kuat, berbeda dengan bom Bali yang sebenarnya menggunakan black powder (low explosive), yang justru menimbulkan banyak korban tewas. Yang membedakannya adalah kuantitas dari bomnya itu sendiri.

"Dampak seperti low explosive bom bali, Ritz Carlton atau JW Marriot itu jika dalam jumlah banyak, itu low explosive tapi jumlah besar jadi menimbulkan dampak korban jumlah besar. High explosive jika digunakan dalam jumlah kecil, 10 atau 15 gram, sebenarnya masuk high explosive karena kuantitas kecil akhirnya daya rusak rendah," paparnya.

"Tapi ini sangat berbahaya dan tidak stabil dan dapat dibuat dari komponen rumah tangga, salah satunya tinner cat. Tersangka mempelajari itu dari google," katanya.

Bentuk senyawa kimia TATP ini berupa serbuk dengan butiran seukuran gula pasir.TATP ini memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap suhu udara di atas 86 °C, gesekan benturan dan aliran listrik. TATP tidak larut dalam air dan baunya menyerupai aseton.

"Nama lainnya asalah mother of satan atau peroxyaceton," tuturnya.

TATP buatan tersangka menggunakan switching sebagai pemicu detonator yang diseauaikan dengan pengaturan waktu alarm.


(mei/mad)