Apa Pesan Megawati ke Jokowi di Tengah Isu Reshuffle Jilid II?

Apa Pesan Megawati ke Jokowi di Tengah Isu Reshuffle Jilid II?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 26 Okt 2015 10:45 WIB
Apa Pesan Megawati ke Jokowi di Tengah Isu Reshuffle Jilid II?
Foto: Ray Jordan
Jakarta - Ketum PDIP Megawati menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Sabtu lalu. Apakah Mega menitipkan pesan khusus di tengah santernya isu reshuffle Kabinet Kerja?

Keduanya bertemua selama hampir dua jam. Keduanya membahas masalah ekonomi, politik luar negeri, sampai asap kebakaran hutan yang meresahkan masyarakat.

Selain itu keduanya juga membahas presiapan pilkada serentak. Namun demikian Mega sedikit keceplosan, ternyata ada juga pembahasan masalah internal partai, termasuk dinamika politik di Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian masalah internal partai dan termasuk juga KIH," kata Megawati dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10). Dalam jumpa pers itu Mega didampingi Jokowi, Seskab Pramono Anung, dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Lalu apakah dalam perbincangan tentang dinamika politik internal koalisi pendukung pemerintah itu juga dibahas tentang keresahan KIH di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet jilid II? Sayangnya, Mega tak bicara lebih detail tentang materi pertemuan seputar dinamika politik internal parpol dan KIH itu. Presiden Jokowi apa lagi, Jokowi menyebut mereka lebih banyak bicara tentang isu-isu kenegaraan.

Memang kabar santer isu reshuffle kabinet jilid II telah membuat KIH resah. Isu reshuffle semakin menguat setelah Presiden Jokowi meminta sejumlah nama calon menteri dari PAN. Ketum PAN Zulkifli Hasan juga sudah menyetor lima nama calon menteri dari partainya.

Hal ini rupanya memantik keresahan di internal KIH. Reaksi keras datang dari Partai NasDem. Partai pimpinan Surya Paloh ini terang-terangan menyatakan protes jika PAN masuk kabinet.

"PAN kan baru-baru saja masuk kabinet, kalau kemudian di tengah jalan dikasih jatah kursi menteri apa partai lain nggak marah. Partai-partai lainnya dalam KIH sudah berdarah-darah lho memenangkan Jokowi-JK," kata politikus NasDem Luthfy A Mutty, Kamis (22/10) lalu.

Rupanya ada alasan lain yang mendorong NasDem menentang keras reshuffle kabinet jilid II. NasDem terang-terangan menyebut ada pihak yang mengincar kursi Jaksa Agung. Meski demikian sampai kini Presiden belum pernah menyebut bakal mengganti Jaksa Agung HM Prasetyo.

Namun demikian, tak semua parpol KIH menolak masuknya PAN ke kabinet. PDIP jadi salah satu parpol yang tak masalah kalau PAN masuk kabinet, demikian pula Hanura memilih menghormati hak prerogatif Presiden Jokowi. Lalu apakah karena adanya keresahan di KIH, Megawati menitipkan pesan khusus kepada Presiden Jokowi soal reshuffle kabinet?

Sampai kini belum ada kepastian kapan reshuffle kabinet jilid II diumumkan. Namun kabar santer reshuffle akan diumumkan setelah Presiden Jokowi pulang dari kunjungan ke Amerika Serikat. Sepulang dari AS, Jokowi akan menggelar pertemuan dengan semua parpol seputar persiapan pilkada serentak. (van/nrl)


Berita Terkait