DetikNews
Senin 19 Oktober 2015, 10:05 WIB

Terbang ke Singapura, Ahok Mau 'Provokasi' Pengusaha Muda Kembali ke Jakarta

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Terbang ke Singapura, Ahok Mau Provokasi Pengusaha Muda Kembali ke Jakarta Foto: Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  terbang ke Singapura bersama sejumlah pejabat BUMD sore ini. Ada banyak agenda yang akan dijalaninya.

"Saya sore ini mau ke Singapura," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2015).

Ahok dijadwalkan bertemu dengan perwakilan dari perusahaan investasi milik Singapura, Temasek Holdings. Ia juga akan bertemu dengan pengusaha-pengusaha muda Indonesia yang kini menetap di Singapura. Pertemuan itu bakal digelar malam ini pukul 19.30 waktu setempat di Kedutaan Besar Indonesia, 7 Chatsworth Road, Singapura. Ahok diagendakan berada di Singapura hingga 21 Oktober mendatang.

"Kami mau ketemu 50 orang, kami ingin sebenarnya memprovokasi tanda kutip profesional mau enggak balik ke sini misalnya pegang BUMD-BUMD kita, ternyata begitu dibuka sejam saja sudah 500 (orang yang mendaftar). Ya harus diseleksi kan jadi ya sudah nanti kami cari berapa orang. Mau enggak mau, saya harus berangkat," terangnya.

Selain ingin 'membajak' pengusaha Indonesia untuk kembali ke Ibu Kota, Ahok mau membahas banyak hal mulai dari pembangunan kereta api ringan atau light railway transportation (LRT), rusun, sistem Electronic Road Pricing (ERP), manajemen air, manajemen IT Gubernur, sektor pariwisata, perbankan (Bank DKI), logistik, proyek reklamasi dan mash banyak lagi.

Keesokannya, Ahok langsung berkunjung ke sejumlah tempat sekaligus melihat langsung kondisi transportasi di Singapura. Ahok ingin meniru sistem transportasi yang apik seperti di Singapura.

"Saya ingin nyontek Singapuralah pembangunannya itu. Lalu (besok) siang, akan makan siang dan berketemu para fund manager, perusahaan assessment-assessment. Saya mau sampaikan pada mereka sesuatu yang baru karena Pak Jokowi sudah keluarkan satu Keppres, kami boleh membeli kembali infrastruktur," kata Ahok.

"Kalau dulu kan perusahaan aset manajemen disuruh biayai proyek-proyek di Jakarta kalau rugi dia mana mau. Infrastruktur kan panjang dan rugi. Nah, sekarang dia boleh biayai. Kami nanti beli balik APBN-APBD. Mungkin dengan cara seperti itu mereka akan tertarik," sambung dia.

Adapun perwakilan BUMD yang ikut dalam rombongan dari Bank DKI dan PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro). Ahok bertekad untuk mempromosikan anak perusahaan BUMD yang diboyongnya tersebut di kancah internasional. "Lalu malamnya, saya akan ketemu salah satu Temasek. Kita sudah pernah ketemu Islamic Development Bank (IDB). Jadi dalam pikiran saya, saya mau jualan. Saya bawa Jakpro dan Bank DKI. Saya mau bentuk satu perusahaan BUMD aset manajemen oleh Bank DKI dan Jakpro," terang Ahok.

"Sehingga perusahaan IDB misalnya dia mau masuk jadi saham, berarti seluruh Timur Tengah bisa percaya sama kita. Temasek Holdings kalau mau masuk. Kalau dia bisa masuk, orang IDB juga saya jadikan pengurus. Orang Temasek bila perlu jadi CEO. Lalu aset company membiayai kita," urainya.

Nah untuk membangun infrastuktur seperti di Singapura, Ahok memperkirakan butuh dana hingga 23 dollar atau hampir Rp 250 triliun. "Ini saatnya Anda bisa invest di sini karena investasi saham mana bisa dapat 35 persen. Kalau kita mungkin bisa 10 sampai 12 persen mungkin Anda tertarik. Nah kita makai ini untuk membiaya ini. Kalau ini bisa berhasil, tentu baik," sambung dia.

Ahok mengaku semula ingin kembali ke Jakarta pada Rabu. Namun dikarenakan Menteri Luar Negeri Singapura ingin bertemu secara informal maka Ahok pun menunda kepulangannya. Dia optimis kedatangannya ke negara tetangga itu bisa membawa dampak positif kerjasama dalam berbagai bidang ke depannya, baik untuk Jakarta maupun Indonesia.

"Terus besoknya Rabu harusnya saya pulang pagi, tapi menlu yang barunya mau ketemu informal karena kita memang benar-benar negara tetangga yang baik. Saya sudah lapor Pak Jokowi semalam sambil nonton bola soal rencana-rencana saya ngapain saja di Singapura. Pak Jokowi juga optimis kali ini mungkin mereka mau karena ada jaminan Keppres itu tadi. Nah, pola ini yang mau kita lakukan," pungkasnya.



(aws/aan)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed