Kala Danpomdam IM Didoakan Cepat Jadi Jenderal oleh Penyandang Disabilitas

Agus Setyadi - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2015 03:28 WIB
Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Polisi Militer Kodam Iskandar Muda (Pomdam IM) mentraktir makan ratusan abang becak. Di antara penarik becak yang hadir, ternyata ada seorang penyandang disabilitas. Kehadirannya sempat menarik perhatian.

Pantauan detikcom, ratusan abang becak menyantap makan siang bersama di taman kota depan markas Pomdam IM Banda Aceh. Mereka mendapat makan siang gratis di "Warung shodaqoh untuk pengemudi Bentor" yang digelar Pomdam IM. Kegiatan ini bagian dari peringatan HUT TNI ke-70.

Dari ratusan abang becak yang hadir, ternyata ada seorang penyandang disabilitas. Syahrul Ramadan, namanya. Pria asal Banda Aceh ini menderita glaukoma sehingga tidak dapat melihat. Kehadirannya menarik perhatian Komandan Polisi Militer Kodam Iskandar Muda (Danpomdam IM), Kolonel CPM Yusri Nuryanto.

Keduanya sempat berbincang beberapa saat. Anehnya, meski tidak dapat melihat tapi Syahrul dapat membedakan uang pecahan dari nominal terkecil hingga Rp 100 ribu.  

"Kalau masalah hitung uang saya ngerti. Saya tahu semua jenis uang dengan cara memegangnya," kata Syahrul, Jumat (2/10/2015).

Dalam perbincangan tersebut, Syahrul sempat mendoakan agar TNI semakin berjaya ke depan, dan dekat dengan rakyat. Selain itu, ia juga punya doa khusus untuk Danpomdam IM.

"Semoga Pak Komandan (Danpomdam) cepat menjadi jenderal," ungkapnya.

"Amin," sahut Danpomdam beserta beberapa personel.

Sebelum meninggalkan lokasi, Danpomdam sempat menyerahkan uang untuk Syahrul. Uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sakunya sambil menyebutkan nominalnya. Abang becak yang hadir tertawa melihat tingkah Syahrul.

Warung shodaqoh yang digelar Pomdam IM tidak hanya diperuntukkan untuk penarik becak saja. Warga biasapun dibolehkan singgah ke sana. Rencananya, Pomdam akan membuka warung tersebut setiap hari Jumat.

"Atau minimal sebulan dua kali lah," kata Kolonel Yusri.

Menurutnya, taman kota sengaja dipilih sebagai tempat digelarnya kegiatan tersebut karena di sana merupakan tempat yang dibiasa digunakan abang becak untuk istirahat. Setiap hari, sejumlah penarik becak memilih tidur-tiduran di sana pada waktu siang.

"Siang biasa banyak yang tidur di sini, makanya begitu kita buat acara ini, mereka sudah tahu semua tempatnya," ungkap Danpomdam.

(jor/jor)