Saat Anak Bertanya 'Tuhan Ada di Mana?' dan 'Mengapa Ada Cinta?'

Rachmadin Ismail - detikNews
Selasa, 29 Sep 2015 12:57 WIB
Foto: Purestock/Thinkstock
Jakarta - Pernahkah Anda menerima pertanyaan dari anak yang terdengar mudah namun sulit dijawab? Atau pernahkah anak Anda tidak digubris gurunya karena mengajukan pertanyaan yang di luar konteks pelajaran?

Dua hal itu kerap ditemui di dunia pendidikan anak sehari-hari. Berbagai pertanyaan di benak anak yang begitu banyak, kadang tidak bisa dijawab sepenuhnya oleh orang tua atau guru. Sebagian karena dianggap terlalu 'nggak penting', sebagian lagi bahkan mungkin karena terlalu 'penting'.

Hendra Gunawan (dok. pribadi)


Atas dasar itu, seorang dosen ITB Hendra Gunawan berinisiatif membuat blog interaktif bernama anakbertanya.com. Dia ingin memberikan kesempatan pada anak untuk bertanya seluas-luasnya, lalu dijawab oleh pakar yang sesuai dengan bidang pertanyaannya. Dia ingin 'mendobrak' kekakuan dalam sistem kurikulum pendidikan Indonesia dan memberikan secercah harapan baru bagi masa depan anak-anak Indonesia.

"Daripada saya mengutuk kegelapan, lebih baik saya menyalakan lilin kehidupan," terang Hendra saat berbincang dengan detikcom via telepon, Selasa (29/9/2015).

Lewat blog tersebut, Hendra juga ingin memperkenalkan sejumlah profesi yang selama ini kurang begitu populer di mata anak-anak. Misalnya seperti astronom, pakar biologi, seniman, pelukis dan lain-lain. Tujuan akhirnya adalah memberikan motivasi pada anak agar mengejar cita-citanya sesuai dengan keinginan.

"Kami ingin memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan kami yang notabene pakar dalam pengertian lebih luas seperti dosen, praktisi, kakak mahasiswa. Konsepnya melalui pertanyaan anak berinteraksi dengan kami dan kami berinteraksi dengan anak-anak," terangnya.

Caranya, anak bisa langsung bertanya lewat blog. Lalu nanti Hendra dan para relawan akan mencari jawabannya ke para pakar terkait. Ada yang bisa dijawab langsung, ada yang butuh waktu. Hasilnya, sejak diluncurkan tahun 2013, sudah ada ribuan pertanyaan anak yang masuk dan sebagian besar sudah terjawab oleh pakar masing-masing.

Salah satu yang paling menarik adalah pertanyaan tentang: "Tuhan itu ada di mana?" Hendra butuh waktu 2,5 tahun untuk mencari orang yang tepat untuk menjawabnya. Berikut sebagian potongan jawabannya:

Terimakasih atas pertanyaan yang sangat kritis ini. Pertanyaan ini membuat saya berpikir keras untuk menemukan jawaban dan cara menjawabnya.

Sebagai pembuka diskusi saya mengajak adik-adik untuk membayangkan sebuah lampu belajar yang menggunakan tenaga listrik. Bayangkan kalian duduk di kursi menghadap ke meja belajar, kemudian kalian putar tombol lampu belajar pada titik "ON", lalu pyaarr, lampu itu menyala menerangi meja belajar dan kalian pun lega karena bisa melihat lembaran-lembaran buku dengan jelas. (selengkapnya bisa dibaca di sini)

Lalu, ada pertanyaan: 'mengapa ada cinta?' dari salah seorang anak SD. Butuh waktu lama dan 10 orang pakar untuk menjawab itu. Apa jawabannya?

Oleh: Muhammad Luthfi Ersa Fadillah* (Sarjana Sosiologi) Halo Adik, pertanyaanmu merupakan pertanyaan universal yang akan menimbulkan ragam jawaban, izinkan Kakak mengutarakan salah satu jawabannya ya. Kakak akan berangkat dari sebuah pernyataan dari Erich Fromm, seorang psikolog, sosiolog dan filsuf berkebangsaan Jerman. Dalam bukunya The Art of Loving, ia mengatakan bahwa cinta itu adalah seni. Baginya, […] (jawaban lengkapnya di sini) (mad/nrl)