DetikNews
Rabu 16 September 2015, 23:29 WIB

Kematian Ibu Kos di Tangan Penjual Akik di Tangerang Membuat Warga Marah

Mei Amelia R - detikNews
Kematian Ibu Kos di Tangan Penjual Akik di Tangerang Membuat Warga Marah Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Puluhan warga berbondong-bondong menyaksikan proses rekonstruksi pembunuhan Ny Yuwai Noni oleh Irwan Alamsyah (30) di lokasi, Jl Danau Laut Tawar, Bencongan, Kelapa Dua, Tangerang. Kemunculan penjual batu akik di lokasi ini membuat warga marah.

Bagaimana tidak, warga mengenal sosok korban yang baik dan dermawan. Di mata warga, korban yang aktif di PKK ini juga dikenal sangat santun.

"Menurut warga, korban suka menolong dan santun, sehingga warga bersimpatik atas kematian korban," kata Kapolsek Kelapa Dua Kompol Awaludin Amin kepada detikcom, Rabu (16/9/2015).

Awal sendiri pernah bertemu dengan korban, satu hari sebelum korban ditemukan tewas pada tanggal 9 Juni 2015 lalu. Saat itu, ada kunjungan bupati ke kelurahan, sehingga korban begitu aktif mempersiapkan penyambutan kedatangan bupati di Kelapa Dua.

"Ibu itu memang baik, saya sempat berjabat tangan dengan beliau. Beliau saat itu gladi persiapan paduan suara karena ibu ini memang aktif di PKK," ungkapnya.

Sehingga, begitu warga melihat Irwan dibawa ke lokasi untuk menjalani rekonstruksi, warga pun emosi. Sejumlah warga mencoba mendekati tersangka yang saat itu dikawal ketat petugas dari Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Bahkan ada keluarga korban yang sempat melayangkan pukulan ke arah tersangka karena emosi yang tidak tertahankan. Namun petugas berhasil meredam situasi, sehingga proses rekonstruksi pun berjalan lancar.

"Rekonstruksi tadi secara keseluruhan berjalan lancar. Ada 24 adegan yang dipraktekkan oleh tersangka," kata Perwira Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu yang memimpin rekonstruksi tersebut.

Tersangka memperagakan adegan demi adegan dari awal kedatangannya ke rumah korban. Saat itu, tersangka mencari suami korban untuk menagih utang sebesar Rp 5 juta atas transaksi tukar-tambah batu bacan dengan batu giok milik suami korban.

"Secara keseluruhan, rekonstruksi sesuai BAP. Namun ada satu yang tidak cocok, yang mana menurut tersangka, dia saat hendak ke rumah korban itu sempat melihat suami korban, namun menurut suaminya dia tidak sedang di rumah," terang Rovan.

Pemilik kos-kosan itu ditusuk menggunakan pisau dapur oleh tersangka di bagian leher dan perut. Tersangka mengaku membunuh korban karena kesal ketika ditagih uang Rp 5 juta, korban malah menyarankannya menagih ke suaminya. Tersangka akhirnya berhasil ditangkap pada tanggal 16 Agustus 2015.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan denngan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


(mei/jor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed