Kadishubtrans DKI Revisi Peraturan Parkir On The Street di Sejumlah Ruas Jalan

ADVERTISEMENT

Kadishubtrans DKI Revisi Peraturan Parkir On The Street di Sejumlah Ruas Jalan

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Selasa, 01 Sep 2015 09:02 WIB
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Pemprov DKI berencana mengubah metode parkir on street di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. Hal ini dikarenakan tidak semua ruas jalan dinilai relevan lagi dan berpotensi menimbulkan kemacetan.

Kepala Dishubtrans DKI Andri Yansyah menyebut pihaknya tengah menyiapkan revisi terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 64 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah yang di dalamnya terdapat pasal tentang parkir on the street.

"Ruas jalan dari tahun ke tahun kan mengalami perubahan, ada yang mengalami penyempitan dan ada pula yang mengalami pelebaran. Itu yang membuat aturan parkir sudah tidak relevan dan harus diganti untuk mencegah kemacetan," ujar Andri saat dihubungi, Selasa (1/9/2015).

Dia mencontohkan sejumlah ruas jalan yang dinilainya tidak relevan lagi menjadi lokasi parkir permanen. Menurutnya, lokasi parkir di Jalan Jatinegara Barat tidak lagi pas karena terjadi penyempitan ruas jalan terlebih lagi dengan adanya jalur busway.

Sementara itu dia berencana memperbolehkan penggunaan bahu jalan untuk parkir di sepanjang Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Jakarta Pusat karena mengalami pelebaran ruas jalan. Namun tetap, Andri menyebut pihaknya masih harus berkoordinasi dengan lurah camat setempat.

"Kami akan minta masukan dari lurah dan camat setempat. Kami melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk membahas revisi Pergub ini. Kami mau semua elemen terlibat memberikan gambaran, masukan atau suaranya," lanjut dia.

Menyoal sistem upah juru parkir (jukir), Andri juga mengatakan bakal merevisinya. Menurut dia, apabila target pendapatan parkir on the street Rp 1,8 triliun selama setahun tercapai, maka Pemprov bisa menaikkan gaji jukir hingga dua kali lipat dari UMP.

"Kalau sekarang kan masih satu kali UMP," terangnya.

Andri menyebut nantinya sistem aplikasi parkir online akan diintegrasikan dengan Jakarta Smart City. Menurutnya, aplikasi ini bisa berjalan efektif tahun depan setelah seluruh terminal parkir elektronik (TPE) terpasang di seluruh wilayah Ibu Kota.

Rencananya, ada 400 titik TPE yang tersebar di seluruh wilayah di Jakarta. Untuk tahun ini, sebanyak 19 titik parkir sudah masuk dalam proses lelang. Nantinya seluruh TPE akan dipasang Close Circuit Television (CCTV). (aws/yds)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT